Jumlah kasus DBD di Bojonegoro cukup tinggi. Lima bulan terakhir mencapai 266 penderita. DPRD Bojonegoro mendesak pemkab mengambil langkah menurunkan angka penularan itu.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Whenny Dyah Prajanti menjelaskan, kasus DBD memang masih cukup tinggi selama lima bulan terakhir. Januari lalu kasusnya mencapai 171. Setelah itu jumlahnya terus menurun. ‘’Hingga Mei lalu jumlah terjangkit ada 22 orang,’’ katanya kemarin (14/6).
Whenny menjelaskan, DBD tidak mengenal musim. Musim hujan paling banyak terjadi kasus DBD karena banyak genangan air. Tempat penampungan air harus rutin dibersihkan. Minimal seminggu sekali. Serta gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) membutuhkan kesadaran masyarakat. Sehingga pemberantasan bisa maksimal.
‘’Selain itu kegiatan penyelidikan epidemiologi untuk kasus DBD. Jika terindikasi segera kita fogging,’’ jelasnya.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan meminta dinkes mengambil langkah serius mengatasi tingginya kasus DBD. Meskipun cenderung menurun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah lagi. ‘’Apalagi nyamuk itu terus berkembang biak,’’ ujarnya.
Dia meminta dinkes benar-benar fokus memberantas nyamuk. Baik dengan PSN maupun dengan fogging. ‘’Sebab, jika di satu wilayah ada yang terkena, kemungkinan banyak yang akan terkena,’’ tuturnya. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto