‘’Capaiannya masih sekitar 20 persen lebih,’’ ungkap kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Mudiono.
Ada tiga objek wisata yang dikelola pemkab. Dari jumlah itu hanya Dander Water Park yang pengunjungnya cukup banyak. Apalagi di momen akhir pekan. Sebab, banyak anak-anak yang memanfaatkan waktu libur sekolah dengan berenang.
‘’Kalau di Waduk Pacal dan Kahyangan Api landai-landai saja,’’ jelasnya.
Mudiono menjelaskan, setiap hari selalu ada pengunjung di Kahyangan Api. Baik dari dalam daerah maupun luar daerah. Namun, jumlahnya tidak begitu signifikan. Saat hari libur, jumlah pengunjung mengalami kenaikan.
‘’Tidak pasti,’’ tegasnya.
Sejauh ini tidak ada wahana tambahan di Wisata Kahyangan Api. Pusat pengunjung adalah api yang terus menyala. Disbudpar menyediakan gazebo untuk istirahat wisatawan.
Di Waduk Pacal kondisinya juga hampir sama. Tidak ada fasilitas baru di waduk Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang itu.
Waduk Gongseng yang berlokasi di Kecamatan Temayang juga berpotensi menjadi objek wisata baru. Sayangnya, BBWS Bengawan Solo sebagai pengelolanya tidak membuka sebagai wisata.
‘’Kalau dibuka wisata pasti akan sangat ramai,’’ imbuhnya. (zim/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto