Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Tiga Pikap Dilarang Masuk Pasar Hewan Bojonegoro

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 13 Mei 2022 | 15:58 WIB
CEGAH PMK: Petugas disnakkan saat mengecek sapi di Pasar Hewan. Ada 52.050 vaksin baru tiba dan ditarget tuntas sebulan. (Dokumentasi RDR.BJN)
CEGAH PMK: Petugas disnakkan saat mengecek sapi di Pasar Hewan. Ada 52.050 vaksin baru tiba dan ditarget tuntas sebulan. (Dokumentasi RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tiga kendaraan memuat sembilan sapi dari Lamongan diberhentikan, kemarin pagi (12/5). Petugas menyekat dan meminta sopir pikap putar balik saat hendak masuk Pasar Hewan Bojonegoro di Desa Balongbendo, Kecamatan Balen.

 

Tindakan tegas ini antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak di Bojonegoro. Ternak dari luar kota, khususnya wilayah sudah ditemukan kasus PMK, termasuk Lamongan dilarang memasuki Pasar Hewan Bojonegoro.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro sejak pukul 07.00 kemarin, antrean pikap dan truk terjadi di halaman pasar hewan. Kendaraan diminta berhenti sejenak dilakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan. Baik asal sapi, hingga kondisi kesehatan sapi. Termasuk meminta penjual sapi memperlihatkan e-KTP untuk memastikan asalnya.

 

Dokter hewan yang siaga seksama melihat kondisi sapi, mulai dari mulut hingga kuku. Satu per satu mulut sapi dibuka untuk diperiksa ada tidaknya tanda-tanda PMK. Sedangkan sapi dari Lamongan langsung diminta putar balik tanpa diperiksa.

 

Hendri, dokter hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro mengatakan, pemeriksaan untuk pengamanan terhadap kemungkian masuknya PMK di Bojonegoro. Semua hewan masuk ke pasar diperiksa.

 

Selain pemeriksaan, penolakan sapi dari luar Bojonegoro tegas dilakukan. Terutama Lamongan, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo. Sementara itu, dari pemeriksaan sapi dari penjual-penjual wilayah Bojonegoro, tidak ada indikasi terjangkit PMK. Semua sapi aman dan sehat.

 

Hendri mengaku selain pemeriksaan sapi, kambing, domba, kerbau, babi, dan hewan hewan berkuku belah juga diperiksa. Namun, pemeriksaan di pasar hewan hanya sapi karena komoditas yang ada hanya hewan pemakan rerumputan itu.

 

“Di pasar-pasar dengan komoditas kambing dan domba tetap diperiksa,” ujarnya.

 

Terkait peternak mengambil dari luar kota, Hendri meminta tidak memasukkan ternak dari daerah tertular PMK. Tentu demi kebaikan. “Semoga peternak mengikuti,” ungkapnya. (irv/rij)

Photo
Photo
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #pmk #anna mu’awanah #bojonegoro