“Ini baru hasil rapat koordinasi dengan pusat. Pemerintah menugaskan Bulog membantu pendistribuasian minyak goreng curah,” kata Kepala Subdivre III Bulog Bojonegoro Riyan Sasmitho.
Dia mengungkapkan, sudah berkoordinasi dengan dinas perdagangan di tiga kabupaten, meliputi Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Terutama pedagang pasar di Bojonegoro dan sekitarnya untuk memastikan pengecer. Nantinya, penyaluran akan dilakukan kepada wilayah yang belum terdapat distributor.
“Hanya nanti pelaksanaannya masih menunggu SOP (standar prosedur operasional). Setelah Hari Raya Idulfitri baru bisa jalan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Riyan mengungkapkan, informasi awal yang diterima, Bojonegoro akan mendapat kuota 10-20 kiloliter per minggu. Terkait potensi berbenturan dengan distributor lain, pihaknya mengaku akan memilah pengecer minyak goreng curah yang kekurangan distribusi.
“Kemarin mendata penjual minyak goreng curah. Penerimanya yang benar-benar kekurangan, dan menyalurkan bagi pedagang pengecer yang belum ada distributornya,” ujar dia.
Sementara itu, kebutuhan beras selama libur Lebaran ini dipastikan aman. Saat ini sebanyak 12.200 ton beras tersedia di Bulog. Stok kebutuhan beras cukup untuk suplai masyarakat selama Lebaran. “Karena saat ini Bulog tidak menyalurkan beras kepada penerima BPNT, tentu penyalurannya diberikan paket Lebaran,” terangnya.
Paket tersebut sebanyak 15 ribu paket. Disebar di tiga wilayah yakni Bojongoero, Lamongan dan Tuban. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto