Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menanti Bojonegoro Wood Fair

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 28 April 2022 | 16:39 WIB
IKON BOJONEGORO: Salah satu galeri pembuatan kerajinan dan mebel kayu jati di Bojonegoro. Jumlahnya banyak dan menarik pekerja banyak. (M. NURCHOLIS/RDR.BJN)
IKON BOJONEGORO: Salah satu galeri pembuatan kerajinan dan mebel kayu jati di Bojonegoro. Jumlahnya banyak dan menarik pekerja banyak. (M. NURCHOLIS/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sentra kerajinan dan mebel kayu jati Bojonegoro sebenarnya punya agenda wood fair atau pameran kayu. Hanya, sejak 2017, pameran ragam kayu jati itu mandek.

 

Acara pameran produk mebel kayu jati itu berlangsung di sepanjang Jalan Brigjen Sutoyo sebagai sentra kerajinan kayu. Mampu mendatangkan pengunjung luar kota dan mengungkit daya beli kerajinan kayu.

 

Kepala Desa (Kades) Sukorejo Budi Suprayitno mengatakan, bahwa pihaknya memahami adanya desakan agar acara Bojonegoro Wood Fair dihelat kembali. Sebenarnya, pasca terpilih sebagai kades ketiga kalinya pada 2019 lalu, Budi sudah merancang akan gelar pameran kayu bergengsi di Bojonegoro itu.

 

“Namun, ndilalah ada pandemi Covid-19. Jadi, kami harus menundanya dulu sampai pandemi ini benar-benar selesai,” tutur Kades Sukorejo periode 2019-2025 itu.

 

Budi mengatakan, acara Bojonegoro Wood Fair akan dikombinasikan dengan acara haul Mbah Singonoyo yang mana buyut wilayah Desa Sukorejo. Juga akan mengangkat sentra kuliner jajanan Sukorejo berada di Jalan Sunan Kalijogo. “Kuliner jajanannya seperti unthuk yuyu, wafer roll, gapit, dan sebagainya,” ujarnya.

 

Ia mengamati perkembangan industri mebel di Desa Sukorejo memang sudah mandiri. Tiap pengusaha mebel punya target pasarnya masing-masing. Bahkan, tak hanya produk mebel, tapi juga ada yang melirik produk suvenir dari bahan daur ulang kayu jati serta ada juga yang fokus bikin kusen.

 

“Mengingat banyak proyek perumahan di Bojonegoro, jadi banyak yang cari kusen di Sukorejo,” imbuh Budi.

 

Lalu terkait efek pandemi Covid-19, tentu tetap ada pengaruh pada omzet para pengusaha mebel Sukorejo yang mana diperkirakan totalnya 150 orang. Tapi tidak semua, tergantung kelihaian pengusaha mencari pembeli.

 

Karena itu, Budi mendorong para pengusaha mebel itu memanfaatkan bagian depan rumah sebagai showroom. Jadi masyarakat melintas wilayah Sukorejo bisa tahu kalau ada beragam produk mebel. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Wood Fair #bupati bojonegoro #anna mu’awanah #bojonegoro