Yasak Taufan direktur Biro Umrah Mutamtour mengatakan, bahwa larangan membawa pulang zamzam merupakan aturan dari Pemerintah Arab Saudi. Setiap jemaah perlu diberikan pemahaman terkait larangan tersebut, agar tidak kecewa. “Jadi sekarang sudah tidak boleh bawa zamzam lagi. Biasanya boleh bawah lima liter,” bebernya.
Kemudian, baru dua maskapai penerbangan yang bisa terbang ke Arab Saudi melalui Bandara Juanda Surabaya mulai Senin (14/3). Yakni, Lion Air dan Garuda Indonesia. “Alasan maskapai lain belum melayani penerbangan ke Arab Saudi, kami belum tahu,” ujarnya.
Dibukanya umrah cukup mengagetkan biro umrah maupun jemaah. Karena belum ada persiapan. Pihaknya perlu mengurus paspor jemaah sudah kedaluwarsa dan mengulang vaksinasi meningitis. “Sebab durasi vaksin meningitis itu dua tahun, jadi perlu dilakukan vaksin ulang kalau mau berangkat umrah,” tuturnya.
Adapun perihal biaya umrah tentu ada kenaikan, karena penyesuaian. Sebelum pandemi Covid-19, biaya umrah Rp 20 juta hingga Rp 25 juta. Namun, mengacu Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 777 Tahun 2020 tentang Biaya Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah Referensi Masa Pandemi sebesar Rp 26 juta.
“Tapi biaya umrah pas bulan Ramadan lebih tinggi,” imbuhnya.
Penyebab kenaikan biaya umrah karena Pemerintah Arab Saudi menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN). Sebelumnya 10 persen naik menjadi 15 persen. Juga, pengaruh harga minyak dunia pun alami kenaikan, sebelumnya USD 70 per barel naik menjadi USD 110 per barel. Akibatnya berimbas kenaikan harga tiket pesawat. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto