Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Peternak Senang Harga Telur Merangkak Naik di Bojonegoro

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 15 Maret 2022 | 16:02 WIB
PETERNAKAN: Kandang ayam petelur di Kecamatan Kanor kemarin. Saat ini harga ayam telur menembus Rp 30.000. (M. NURCHOLIS/RDR.BJN)
PETERNAKAN: Kandang ayam petelur di Kecamatan Kanor kemarin. Saat ini harga ayam telur menembus Rp 30.000. (M. NURCHOLIS/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Harga komoditas telur cukup fluktuatif. Februari lalu sempat anjlok. Kini harganya mulai merangkak naik. Peternak ayam petelur bisa sedikit bernapas lega, bisa meraup untung.

 

Sulkan Imron, peternak ayam petelur asal Desa Simbatan, Kecamatan Kanor mengatakan, sekarang harga telur dari peternak Rp 21.500 per kilogram. Peternak bisa peroleh laba apabila harga telur tidak di bawah Rp 18.000 per kilogram. “Idealnya harga Rp 20.000 per kilogram, itu sudah aman, tidak rugi,” ujarnya kemarin (14/3).

 

Karena harga pakan memang juga naik, khususnya jagung. Saat ini harga jagung bertahan angka Rp 5.000 per kilogram. Padahal, harga normal jagung Rp 4.000. Perlu diketahui, pada Februari lalu harga telur dari peternak sempat anjlok menjadi Rp 16.000 per kilogram.

 

Imron menilai jelang puasa tidak begitu berpengaruh terhadap naiknya harga telur. Justru biasanya nanti pas pertengahan puasa harga telur alami penurunan. “Naik lagi harga telur ketika seminggu sebelum Lebaran,” imbuhnya.

 

Imron menambahkan, program bantuan pangan non tunai (BPNT) kini membebaskan keluarga penerima manfaat (KPM) membelanjakan uangnya di e-warong berdampak naiknya harga telur. “Karena sekarang KPM tidak harus beli telur, jadi pasokan telur tidak jadi prioritas,” ucapnya.

 

Sejauh ini, Imron masih bertahan jadi peternak ayam peternak. “Jadi, harga berapapun di pasaran, kami terus berusaha bertahan. Di Desa Simbatan ini ada enam peternak,” ujarnya. Imron panen telur sekitar 16 kilogram per hari.

 

Terpisah, Condro peternak ayam petelur Desa Pesen, Kecamatan Kanor mengaku banting setir jadi peternak kambing. Karena memang harga pakan tergolong tinggi, sehingga kesulitan mendapat untung. “Biaya pakan tinggi dengan harga jual telur naik turun,” bebernya.

 

Sementara itu, Priyanto pedagang Pasar Bojonegoro Kota mengatakan, harga telur mulai naik sekitar dua minggu lalu. Sebelumnya harga telur Rp 20.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 24.000. Pasokan telur bukan dari Bojonegoro, pasokan datang dari Blitar. Menurutnya kenaikan harga telur karena jelang puasa.

“Kemungkinan naiknya harga telur ya karena jelang puasa,” tuturnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #harga telur #anna mu’awanah #bojonegoro