Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Minat Siswa di Pinggiran Berkuliah Masih Rendah

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 11 Januari 2022 | 16:11 WIB
Minat Siswa di Pinggiran Berkuliah Masih Rendah
Minat Siswa di Pinggiran Berkuliah Masih Rendah

BOJONEGORO, Radar Bojongeoro - Tahap penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) sudah dibuka 4 Januari lalu. Namun, pihak SMA dan SMK di pinggiran keluhkan minat siswa melanjutkan pendidikan masih rendah. Sehingga kuota pendaftaran tersedia riskan tidak terisi. Perlu pendampingan dari sekolah untuk meningkatkan minat siswa agar kuota tersedia dimaksimalkan. 


Kepala SMAN Malo Guspandi mengatakan, minta siswa melajutkan kuliah menjadi kendala dihadapi sekolah pinggiran. Sekolahnya memiliki kuota 25 persen dari jumlah siswa kelas 12 untuk mendaftar SNMPTN. Namun perlu kerja keras mengajak siswa menggunakan kesempatan itu.


Guspandi menjelaskan, siswa kelas 12 di sekolahnya hanya sekitar 41 anak. Sehingga sekitar 10 siswa bisa mendaftar SNMPTN. Masih berakreditasi B. Pihaknya mengaku terus mencoba mengajak siswa melanjutkan perkuliahan. Termasuk wali siswa turut diberi pengertian agar mengizinkan anaknya melanjutkan pendidikan.


“Terdapat siswa secara sembunyi-sembunyi mendaftar, karena tidak diizinkan orang tua akibat terkendala biaya,” ungkapnya kemarin (10/1).


Kepala SMAN 4 Bojonegoro Wiwik Widowati mengatakan, sekolahnya mendapat kuota 138 siswa bisa mendaftar SNMPTN. Dari total siswa kelas 12 sekitar 319 siswa. Atau sekitar 40 persen, sebab sekolahnya berakreditasi A.


Wiwik menjelaskan kuota pendaftaran SNMPTN akan dimaksimalkan agar siswa bisa lolos dan melanjutkan pendidikan. Tentu melalui pendampingan intens dari guru bimbingan konseling (BK). “Jelas itu, takut salah pilih karena asal-asalan,” jelasnya.


Pihaknya kini masih meranking siswa berhak mendaftar SNMPTN berdasar rapor. Sebab, tidak semua siswa bisa mendaftar karena kuota dibatasi. Sedangkan pendaftaran baru bisa dilakukan 14 Februari.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, pihak SMA dan SMK harus memfasilitasi siswanya ingin melanjutkan pendidikan. Juga memantau siswa agar mampu masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) yang diidamkan. “Khususnya kepala sekolah dan guru BK agar memfasilitasi,” jelasnya.  


Adi menjelaskan, kuota pendaftaran SNMPTN berbeda setiap sekolah. Disesuaikan akreditasi SMA dan SMK. (irv)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#anna mu'awanah #bupati bojonegoro #bojonegoro