BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Akses modal ke perbankan masih sulit bagi badan usaha milik desa (BUMDes). Sehingga banyak BUMDes mengajukan badan hukum kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes). Namun, yang sudah terverifikasi tahun ini baru tiga BUMDes.
Kasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa/Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Agus Salim mengatakan, beberapa BUMDes telah mengajukan badan hukum kepada Kemendes tahun ini. Namun, hanya tiga BUMDes yang sudah terverifikasi.
Meliputi BUMDes Sarana Mandiri Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo; BUMDes Berkaho Desa Pumpungan, Kecamatan Kalitidu, dan BUMDes Mugi Rahayu Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam. “Sudah terbit badan hukumnya dari Kemendes” ujarnya kemarin (20/12).
Agus menerangkan, BUMDes yang berbadan hukum dapat mempermudah kerja sama dengan instansi lain. Salah satunya dengan dunia perbankan, bisa akses modal untuk mengembangkan usaha badan usaha. Hal itu merujuk Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes.
Kepala Desa (Kades) Mojodelik Kecamatan Gayam Yuntik Rahayu menjelaskan, setelah berbadan hukum, BUMDes Mugi Rahayu akan menjalin kerja sama dengan perbankan. Tentu, untuk memperluas usaha pariwisata desa. “Agenda selanjutnya menaruh mesin ATM di kawasan wisata Puthuk Kreweng,” tuturnya.
Sebelum berbadan hukum, menurut Yuntik, kesulitan mengakses kerja sama dengan perbankan. Terutama pinjaman modal. Sebab, BUMDes belum diakui sebagai usaha resmi, karena hanya menggunakan surat keputusan kepala desa. “Kalau badan hukum yang mengeluarkan langsung dari Kemendes,” terangnya.
Menurut Yuntik, pengajuan badan hukum BUMDes cukup mudah. Perlu mempersiapkan berkas, bukti kepengurusan, dan sektor usaha digerakkan. “Terpenting kejelasan usaha BUMDes, tidak hanya sebagai pelengkap administrasi desa saja,” tuturnya.
Kades Padangan Kristianawati mengaku tahun ini juga mengajukan badan usaha, namun izin belum turun. Sudah menginstruksikan pengurus BUMDes mengelola unit usaha penyediaan air minum dan wisata religi. “Terbaru nantinya akan kami kembangkan bidang kuliner,” jelasnya. (luk)