Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Konsep Desa Wisata Belum Optimal

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 23 November 2021 | 22:33 WIB
Konsep Desa Wisata Belum Optimal
Konsep Desa Wisata Belum Optimal

TUBAN, Radar Tuban – Tiga desa wisata di Tuban masih sebatas labeling. Pasalnya, desa wisata tersebut belum mengintegrasikan potensi-potensi lain yang dimiliki. Ketiga desa wisata tersebut, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding yang berbasis religi; Desa Guwoterus, Kecamatan Montong berbasis alam; dan Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan berbasis budaya.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Suwanto mengatakan, tiga desa tersebut terlalu fokus pada satu basis wisata. ''Potensi lain yang dimiliki tidak tergarap,'' ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Tuban di kantornya, Selasa (9/11).
Suwanto mengemukakan, idealnya desa wisata merupakan integrasi potensi-potensi desa. Artinya, sisi lain desa harus ditonjolkan. Misalnya menawarkan wisatawan membuat kerajinan khas desa. Bisa juga mengajak wisatawan bersawah, berkebun, dan berternak. ''Dengan begitu jangkauan wisata menjadi luas dan beragam, tapi terorganisir. Manajemennya jadi satu,'' ujar pejabat lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. Selain itu, desa wisata yang sudah final  wajib mempunyai home stay atau penginapan.
Suwanto mengatakan, kunjungan ke desa wisata membutuhkan cukup banyak waktu. Bahkan, bisa berhari-hari. Home stay tersebut difungsikan untuk istirahat atau tempat wisatawan bermalam.
''Tak perlu membangun, cukup ditata. Bisa di rumah-rumah warga,'' ujar dia yang kemudian mencontohkan desa wisata serupa di Yogyakarta.
Lebih lanjut pejabat asal Blora ini menyampaikan, desa wisata rentan gagal karena pihak yang terlibat tidak maksimal dan kurang soliditas. Pihak dimaksud adalah pemerintah dan masyarakat setempat.
Dia menandaskan, kemajuan dan kemunduran potensi atau obyek wisata merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat setempat. Jika potensi wisata bagus, tapi sumber daya manusianya kurang, tidak akan optimal. Hal itu terkait inovasi dan kreativitas.
Suwanto mengatakan, wewenang instansinya dalam pengelolaan desa wisata sebatas mendampingi. Untuk teknis dan operasionalnya diurus kelompok sadar wisata (pokdarwis) masing-masing.
Setelah kemunculan tiga desa wisata, lanjut Suwanto, baru-baru ini ada lagi tiga desa merintis menjadi desa wisata.
Yakni, Desa Ngino, Kecamatan Semanding; Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak; dan Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang. Dari ketiga desa tersebut yang memiliki potensi paling kuat di Kelurahan Panyuran. Pertimbangannya kelurahan tersebut memiliki wisata Pantai Kelapa yang selalu ramai dan sentra belimbing.
Dua potensi tersebut bisa diintegrasikan. (sab)

Editor : M. Yusuf Purwanto