BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Memasyarakatkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI khususnya di kalangan generasi muda harus menjadi ikhtiar dan upaya yang tidak boleh terhenti. Agar potensi munculnya sikap intoleransi di bangsa ini tidak punya ruang di negara Indonesia.
Terdegradasinya moral dan karakter generasi muda, bisa menjadi sumber munculnya intoleransi. Karena itu, generasi muda harus memahami dan mengamalkan secara utuh Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Hal tersebut disampaikan anggota DPR-MPR RI, Dr. Didik Mukrianto, SH., MH, dalam kegiatan Sosialiasi Empat Pilar MPR RI di Bojonegoro, Sabtu (13/11). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemuda dan tokoh masyarakat Bojonegoro dan Tuban.
‘’Salah satu pilar penting memastikan Indonesia menjadi kuat, maju, dan sejahtera adalah keterlibatan generasi muda dalam seluruh sektor pembangunan, termasuk pembangunan sumber daya manusia. Penguatan moral dan karakter memegang peran yang sangat penting,’’ ungkap ketua umum Karang Taruna nasional ini.
Didik menegaskan, perkembangan informasi dan teknologi menuntut generasi muda adaptif untuk menjawab tuntutan perubahan. Namun, untuk menangkal dampak negatif perubahan tersebut, pemahaman dan pengamalan nilai yang terkandung dalam empat pilar MPR RI menjadi sangat sentral.
Menurutnya, tantangan bangsa Indonesia dalam kompetisi global akan semakin berat seiring dengan meningkatnya daya saing yang juga semakin ketat. ‘’Dengan membangun generasi bangsa yang terarah, bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan menjadi peluang besar Indonesia menjadi negara yang kuat, maju, dan sejahtera,’’ tegasnya.