Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Koalisi Pelangi akan Usung Setiajit pada Pilkada Tuban

Bachtiar Febrianto • Senin, 22 Juni 2020 | 13:25 WIB
Koalisi Pelanggi akan Usung Setiajit pada Pilkada Tuban
Koalisi Pelanggi akan Usung Setiajit pada Pilkada Tuban


TUBAN, Radar Tuban-Setiajit percaya diri melangkah menuju Pilkada Tuban, 9 Desember. Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jatim itu optimistis diusung dan didukung enam parpol. Keenam parpol tersebut, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Hanura. 


Koalisi Pelangi. Itulah nama yang disiapkannya untuk menaungi keenam parpol tersebut. Setiajit mengatakan, sudah menjalin komunikasi intens dan mengarah ke hal yang teknis. ''Mohon doa restunya,'' kata dia. 


Pernyataan Setiajit tersebut menjawab keraguan publik terkait ''kendaraan'' parpol yang memberangkatkan birokrat asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak itu. Ya, hampir semua pemberitaan media terkait konstelasi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di Tuban memandang sebelah mata Setiajit. Dia dianggap tidak memiliki kans kuat mengikuti pilkada.   


Masuknya partai beringin dalam barisan pengusung birokrat 58 tahun itu menjadikan nama Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Aditya Halindra Faridzky begitu kuat diwacanakan sebagai mendampinginya. 'Setiajit-Lindra adalah pasangan yang ideal,'' ujar Cancoko, ketua Tim Relawan Setiajit. 


Peluang PDIP mengusung Setiajit disampaikan Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi sebagaimana disampaikan di HarianBangsa.Net. Mengutip berita tersebut, dia mengatakan, hampir pasti Setiajit menggenggam rekomendasi bacabup dari partainya.    "Bila tak ada aral merintang, insya Allah rekom akan diberikan kepada Pak Setiadjit. Kami masih menunggu pasangannya. Karena rekom akan diberikan sepaket untuk bakal calon bupati dan calon wakil bupati," tutur Kusnadi, Minggu (21/6).


Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menambahkan, nama Setiajit berpeluang besar mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Bahkan, dia memerkirakan akhir bulan ini rekomendasi diterima mantan Pj bupati Jombang itu. Untuk pasangannya, Tari, panggilan akrabnya enggan menyampaikan. ''Masih disimpan dulu,'' ujar ketua  Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur itu.


Wakil Ketua DPW PPP Jatim Supratno optimistis Setiajit mendapat rekomendasi dari DPP partainya. Itu karena sosoknya memiliki kapasitas dan kapabilitas. Meski demikian, kata dia, mekanisme partai tetap harus dilalui. 


Diterangkan Supratno, berdasarkan hasil Rakercab PPP Tuban, Setiajit diusulkan sebagai salah satu cabup. Cabup berikutnya Eko Wahyudi. Sementara cawabupnya Adi Widodo dan Agus Maimun. Hasil rakercab tersebut sudah diterima DPW PPP Jatim. Setelah menerima usulan nama tersebut, kata dia, DPW melanjutkan usulan ke DPP. Dalam pengusulan tersebut, terang  Supratno, pengurus wilayah bisa mengusulkan paket pasangan cabup-cawabup dengan mempertimbangkan konstelasi politik. ''Sebelum kita usulkan ke DPP, kita lebih dulu meminta konstestan untuk datang dan taaruf lebih jauh,'' ujar  


korcab Desk Pilkada Kabupaten Tuban itu. 


Dalam pernyataan sebelumnya, Supratno menyampaikan hasil survei DPP PPP terkait tingkat elektabilitas kontestan Pilkada Tuban. Hasilnya, Setiajit memiliki tingkat elektabilitas tertinggi. Dia sangat diminati masyarakat.


Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur Kelana Aprilianto sebagaimana pernyataannya di bloktuban.com, mengatakan, partainya memastikan mengusung Setiajit. Karena itu, dia memerintahkan jajaran DPC Hanura Tuban untuk merapat ke Setiajit. 


Kelana menyampaikan, rekomendasi belum turun karena masih menunggu pasangan yang mendampingi Setiajit.


Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Ponselnya yang dihubungi tadi malam hanya terdengar nada panggil, namun tidak diangkat. Pertanyaan wartawan koran ini yang dikirim melalui WhatsApp juga tidak dibalas.


Editor : Bachtiar Febrianto
#koalisi