Tiga SMP Masih Pakai K-13
BLORA, Radar Bojonegoro - Kurikulum Merdeka belajar bakal diterapkan pada tahun ajaran baru mulai Senin (18/7) nanti. Dari 100 SMP negeri dan swasta, hanya tiga sekolah belum bisa mendaftar Kurikulum Merdeka. Izin dan akun sekolah belum turun. Sehingga harus menunggu tahun depan.
Kasi Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Blora Fikri Hidayat mengatakan, tercatat 100 SMP negeri dan swasta di daerah siap melaksanakan kurikulum anyar ini. Hanya tiga SMP belum bisa menerapkan. Satu di antaranya karena izin sekolah belum turun. Dua SMP terkendala akun kepala sekolah tidak bisa terdaftar aplikasi.
"Sehingga, yang bisa menerapkan 97 SMP," katanya kemarin.
Ia menerangkan, tiga sekolah tidak bisa menerapakan kurikulum terbaru, harus menunggu tahun depan. Sebab pendaftaran untuk mengikuti model kurikulum terbaru itu sudah ditutup. "Ketiganya saat ini masih menggunakan Kurikulum 2013 (K-13)," jelasnya.
Kepala Disdik Blora Aunur Rofiq menjelaskan, Kurikulum Merdeka sudah siap dilaksanakan di daerah. Saat ini agenda penjelasan capaian belajar dan indikator lainnya. "Beberapa sekolah kami sosialisasikan penerapan kurikulum ini, agar semua bisa menjalankan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Blora Eny Rubiyanti mengaku sudah mempersiapkan beberapa sarana menunjang kurikulum belajar bisa diimplementasikan kepada siswa.
Penyedian komputer dan internet dan beberapa kebutuhan penunjang. Namun, pihaknya masih terkendala buku khusus Kurikulum Merdeka. "Kami lakukan sesuai petunjuk, kendalanya sampai saat ini buku untuk siswa secara fisik belum ada," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto