RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persiapan atlet dayung Kabupaten Blora menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 menghadapi kendala. Waduk Tempuran yang digunakan sebagai arena latihan, debit airnya menyusut akibat musim kemarau.
Kondisi itu membuat perahu atlet beberapa kali menghantam lumpur saat latihan. Meski begitu, puluhan atlet tetap menggenjot latihan. Mereka harus memanfaatkan sisa genangan yang masih memungkinkan untuk berlatih.
Pelatih dayung Blora Sujoko mengatakan, penyusutan air membuat ruang latihan semakin terbatas. Kondisi tersebut cukup mengganggu latihan, terutama saat perahu mulai memasuki bagian waduk yang dangkal.
‘’Airnya menyusut cukup banyak. Perahu beberapa kali mengenai lumpur karena lintasan yang bisa digunakan semakin sempit,” ujarnya.
Baca Juga: Waduk Tempuran Mengering Diubah Jadi Sawah
Latihan tetap dilakukan tiga kali sehari sebagai persiapan menghadapi Porprov, yang berlangsung di Semarang pada 26–29 Oktober mendatang. Sujoko menjelaskan, Waduk Tempuran dipilih karena lokasinya paling dekat dengan peralatan latihan atlet. Sementara itu, Bendungan Randugunting sebenarnya dinilai lebih layak untuk tempat latihan.
‘’Jaraknya yang jauh dari pusat kota membuat kebutuhan biaya transportasi dan operasional lebih besar,’’ jelasnya
Lebih lanjut, dia mengatakan, idealnya area latihan dayung membutuhkan lintasan sekitar 2 ribu meter. Namun, saat ini atlet hanya bisa memanfaatkan sekitar 400 meter area yang masih tergenang.
Kondisi tersebut membuat persiapan atlet tidak maksimal. Meski begitu, tim dayung Blora tetap membidik hasil tinggi di Porprov. Target yang dipatok yakni sembilan medali emas, enam perak, dan tiga perunggu. Keterbatasan medan latihan diharapkan tidak mengganggu fokus atlet untuk memenuhi target tersebut. (ozi/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah