Penyebab Keracunan Siswa SDN di Blora Terungkap, Hasil Lab Terdapat Bakteri pada Menu MBG

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:30 WIB
LAKUKAN PEMERIKSAAN: Petugas kesehatan dari Dinkesda Blora bersama Puskesmas Tunjungan mendatangi SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup, untuk memeriksa sejumlah siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan. (IST./RDR.BJN)
LAKUKAN PEMERIKSAAN: Petugas kesehatan dari Dinkesda Blora bersama Puskesmas Tunjungan mendatangi SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup, untuk memeriksa sejumlah siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan. (IST./RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM  - Penyebab keracunan di SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup, Kecamatan Tunjungan beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Hasil uji laboratorium menunjukkan jika menu makan bergizi gratis (MBG) terdapat bakteri.

Seperti pernah diberitakan, sejumlah siswa di SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup mengalami mual, diare, hingga muntah setelah mengkonsumsi menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup.

Sekretaris Dinkesda Nur Betsia Bertawati menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan keracunan pada 1 Oktober lalu. Saat itu menu MBG yang didistribusikan yakni nasi putih, telur rempah kecap, tumis labu jagung pipil, susu, dan pisang.

Baca Juga: SPPG Ngawen 1 Jadi Pilot Project, Skema MBG Prasmanan Mulai Diuji

‘’Jadi ada sebanyak 62 orang siswa yang keracunan. Semua rawat jalan gak ada yang rawat inap,’’ katanya.

Pihaknya lantas mengambil sampel makanan MBG itu dan memeriksa para siswa. Hasil uji laboratorium di Labkesda Dinkesda Blora dan Labkesda Provinsi Jateng menunjukkan jika pada menu MBG terdapat bakteri.

‘’Dari sampel makanan ditemukan hasil positif bakteri staphylococcus aureus pada nasi putih dan hasil positif bacillus sp. pada tumis labu jagung pipil,” jelasnya.

Selain pada makanan, bakteri juga ditemukan pada air yang digunakan untuk masak. Dari pemeriksaan air galon yang digunakan untuk masak ditemukan total coliform sebanyak 42, sedangkan E. coli sebanyak nol.

Baca Juga: Siswa Keracunan MBG Bertambah, SPPG Tutup Blora Diberhentikan 20 Hari

‘’Pada air PDAM ditemukan total coliform lebih dari 200 dan Escherichia coli (E. coli) sebanyak 7,’’ bebernya.

Menu semacam itu sebenarnya sudah pernah disajikan, tapi baru kali ini terjadi keracunan. Secara nilai gizi pun, menu tersebut dianggap sudah memenuhi. Namun menurutnya, keracunan bisa terjadi dalam proses penyiapan, pengolahan, pengemasan, pendistribusian. Termasuk kontaminasi penggunaan air yang tercemar.

‘’Untuk ahli gizi sudah ada ahli gizi yang menakar itu,’’ bebernya.

Atas hal tersebut pihak Dinkesda Blora akan melaporkan hasil lab ke Satgas dan Korwil SPPG Blora. Lantaran mereka yang memiliki wewenang untuk menindaklanjuti hal itu, termasuk memberikan sanksi.

‘’Punishment bukan tugas kami. Kami hanya melakukan pembinaan inspeksi kesehatan lapangan. Sanksi tergantung satgas,’’ pungkasnya. (ozi/ind)

Editor : Hakam Alghivari
SDN 3 Tutup Hasil Lab keracunan Mbg blora