449 Prajurit Yonif 410/Alugoro Blora Tiba

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:20 WIB
TUNTASKAN TUGAS: Kedatangan 449 prajurit Yonif 410/Alugoro setelah bertugas di Papua. (IST./RDR.BJN )
TUNTASKAN TUGAS: Kedatangan 449 prajurit Yonif 410/Alugoro setelah bertugas di Papua. (IST./RDR.BJN )

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 449 prajurit Yonif 410/Alugoro kembali ke markas di Blora, Senin (12/10), setelah menuntaskan penugasan selama 12 bulan di Papua.  Komandan Yonif 410/Alugoro sekaligus Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua, Letkol Inf Sudarmanto mengatakan, seluruh 449 prajurit kembali ke markas dengan selamat. Namun, satu prajurit asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, gugur saat menjalankan tugas di Papua.

‘’Kami turut berduka atas gugurnya satu anggota terbaik yang telah mengorbankan jiwa saat menjalankan tugas negara di Papua,’’ ujarnya.

Sebelum diterjunkan ke wilayah operasi, para prajurit menjalani latihan persiapan selama sekitar dua bulan. Latihan tersebut menjadi bekal sebelum mereka melaksanakan tugas selama setahun.

‘’Selama kurang lebih dua bulan, prajurit menjalani latihan operasi dan latihan pratugas. Setelah itu, mereka melanjutkan penugasan di wilayah Papua selama 12 bulan,’’ jelas Sudarmanto.

Baca Juga: Satgas Yonif Alugoro Bawa 37 Eks OPM Kembali ke NKRI

Selama bertugas, prajurit tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah perbatasan. Pendekatan persuasif kepada masyarakat juga dilakukan untuk membangun kedekatan dengan warga di wilayah penugasan. Melalui pendekatan persuasif yang mengedepankan sisi kemanusiaan, turut mendorong 37 orang yang terafiliasi dengan OPM untuk menyerahkan diri secara sukarela.

‘’Prajurit berhasil mengajak sejumlah orang yang terafiliasi dengan OPM untuk menyerahkan diri serta kembali menyatakan kesetiaan kepada NKRI,’’ ungkapnya.

Dari total 37 orang tersebut, terdapat satu wakil komandan wilayah operasi, dua komandan batalion, dan 34 anggota. Dua komandan batalion itu berasal dari Batalyon Ofir dan Batalyon Sair.

Prosesi penyerahan diri dan pernyataan kembali setia kepada NKRI tersebut dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto.

Di sisi lain, kondisi geografis Papua menjadi tantangan tersendiri bagi prajurit selama menjalankan operasi. Cuaca yang berubah-ubah, banyaknya sungai dan pegunungan, serta hutan lebat kerap menghambat pergerakan pasukan.

‘’Di sana cuaca tak menentu. Medan berupa sungai, pegunungan, dan hutan dengan vegetasi lebat juga cukup menghambat pelaksanaan operasi,’’ pungkasnya. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
prajurit Yonif 410/Alugoro Satgas Pamtas RI-PNG opm blora papua