Pedagang Kantin SDN 5 Ngawen Tetap Diserbu Siswa

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 08:30 WIB
TAK TERPENGARUH: Siswa SDN 5 Ngawen tetap jajan di kantin sekolah meski telah mendapatkan MBG prasmanan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.LMG)
TAK TERPENGARUH: Siswa SDN 5 Ngawen tetap jajan di kantin sekolah meski telah mendapatkan MBG prasmanan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.LMG)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penerapan skema prasmanan dalam program makan bergizi gratis (MBG) ternyata tak banyak memengaruhi aktivitas pedagang di lingkungan sekolah. Siswa tetap jajan meski sudah mendapat makanan dari program tersebut.

Kondisi itu terlihat di SDN 5 Ngawen. Agus Triyanto, salah satu pedagang kantin sekolah mengatakan, aktivitas jual beli masih berjalan seperti biasa. Bahkan, di halaman sekolah biasanya terdapat sekitar delapan pedagang yang menjajakan berbagai makanan dan minuman.

Mulai pentol, es, hingga empek-empek tetap diburu siswa. Menurut Agus, adanya MBG dengan skema prasmanan tidak lantas membuat siswa berhenti jajan. Pada intinya kantin menyediakan apa yang tidak di sediakan MBG.

Baca Juga: Polres dan Dinkes Lakukan Penyelidikan, Dugaan Keracunan MBG, Belasan Siswa SDN 1 Tutup Sakit Perut

"Simbiosis mutualisme sebenarnya. Yang sering laku itu minuman. Bahkan sudah dapat MBG, anak-anak masih membeli mie gelas,’’ ujarnya.

Dalam sehari, Agus mengaku bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 300 ribu. Nilai tersebut merupakan pendapatan kotor dari aktivitas berjualan mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

"Kondisi ramai maupun sepi merupakan hal biasa dalam berjualan. Sebab, kebutuhan jajan siswa tidak selalu sama," ujarnya.

Meski begitu, keberadaan MBG belum membuat aktivitas pedagang kantin berhenti. Siswa tetap memiliki pilihan untuk membeli makanan ringan maupun minuman sesuai selera dan kebutuhannya. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
SDN 5 Ngawen. Makan Bergizi Gratis Mbg