RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Molornya pengerjaan Pasar Ngawen kembali menjadi sorotan. Hingga awal Oktober, pasar yang menelan anggaran sekitar Rp 30 miliar itu belum juga bisa ditempati pedagang.
Bupati Blora Arief Rohman bakal meminta kepastian langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada pertemuan Jumat mendatang (9/10).
Arief mengatakan, kedatangan Kementerian PU ke Blora akan dimanfaatkan untuk mengecek kondisi Pasar Ngawen. Selain itu, sejumlah proyek infrastruktur lain, termasuk Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko, juga akan dibahas.
“Jumat nanti kita cek langsung untuk memastikan Pasar Ngawen. Sekaligus saat Kementerian PU ke Blora, kita bahas Bendungan Cabean dan Karangnongko,” ujarnya.
Sebelumnya, Pasar Ngawen ditargetkan sudah dapat digunakan mulai 27 September 2026. Namun, hingga kini target tersebut belum terealisasi. Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang masih berjualan di sisi luar bangunan pasar.
Baca Juga: Bupati Blora Desak Proyek Pasar Baru Ngawen Tak Molor Lagi
Kondisi tersebut sebenarnya sudah mendapat perhatian dari Kantor Staf Presiden (KSP). Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Armindo Dos Santos Soares turun langsung melakukan verifikasi pada Kamis (17/9).
Saat itu, keterlambatan pembangunan disebut mencapai sekitar 30 hari. Hasil verifikasi kemudian menyepakati pasar mulai dapat digunakan pada 27 September, meski sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan.
“Jangan sampai kita menghambat rezeki orang dengan terlambat membangun pasar untuk mereka,” kata Armindo saat peninjauan.
Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen dikerjakan PT Joglo Multi Ayu menggunakan anggaran APBN sekitar Rp 30 miliar. Pekerjaan dimulai 17 November 2025 dengan durasi 240 hari kalender dan seharusnya rampung 14 Juli 2026.
Namun, hingga kini pasar belum sepenuhnya dapat digunakan. Pemerintah daerah pun kembali meminta kepastian agar pedagang tidak terus menunggu dan aktivitas perdagangan bisa segera kembali berjalan. (ozi/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah