Terminal Gagak Rimang Blora Mangkrak: Penumpang Lebih Pilih Nak dan Turun di Kota

Rahul Oscarra Duta • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:16 WIB
SEPI: Tampak hanya dua bis yang terparkir di halaman Terminal Gagak Rimang Blora.(RADAR KUDUS)
SEPI: Tampak hanya dua bis yang terparkir di halaman Terminal Gagak Rimang Blora. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Terminal Tipe B Gagak Rimang Blora terlihat mangkrak, setiap hari tampak sepi aktivitas penumpang bus. Aktivitas bus dan penumpang justru terkonsentrasi di kawasan eks Stasiun Blora.

Kepala Balai Pengelola Sarana dan Prasarana Perhubungan (BPSPP) Wilayah II Pati UPT Dishub Provinsi Jawa Tengah Bangun Adi mengatakan, jumlah penumpang AKDP yang naik maupun turun di Terminal Gagak Rimang hanya sekitar tiga hingga delapan orang per hari.

Kondisi tersebut membuat tingkat keterisian kursi bus AKDP di terminal yang berlokasi di Desa Bangkle, Kecamatan Blora itu sangat rendah. Berdasarkan data hingga 28 September 2026, tercatat 989 bus AKDP masuk Terminal Gagak Rimang dengan kapasitas mencapai 99.057 kursi.

Namun, jumlah penumpang yang terlayani hanya 2.586 orang. Artinya, tingkat keterisian kursi baru sekitar 2,6 persen.

“Penumpang AKDP lebih memilih naik dan turun di Blora Kota, terutama Stasiun Lama. Kami sudah menyampaikan kepada pengusaha AKDP. Tetapi pengemudi juga memilih Stasiun Lama karena penumpangnya ada di sana,” ujar Bangun.

Baca Juga: Terminal di Kabupaten Blora Kian Sepi, PAD Baru Tercapai 59 Persen

Dia menjelaskan, saat ini hanya dua trayek AKDP yang masih tercatat masuk terminal, yakni Blora-Rembang dan Blora-Purwodadi-Solo. Namun, trayek Blora-Purwodadi-Solo sudah jarang beroperasi.

“Untuk yang Blora-Purwodadi-Solo sudah jarang,” bebernya.

Sementara itu, kondisi angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) relatif lebih baik. Sepanjang 2026, sebanyak 3.698 bus AKAP tercatat masuk Terminal Gagak Rimang dengan kapasitas 133.312 kursi. Penumpangnya mencapai 7.519 orang atau sekitar 5,64 persen.

Bangun juga menjelaskan penumpang AKAP masih bisa mencapai sekitar 50 orang per hari. Sebab, bus AKAP tidak mencari penumpang dengan mangkal di kawasan eks Stasiun Lama. Sebaliknya, angkutan pedesaan (angkudes) juga lebih banyak beroperasi di eks Stasiun Lama sehingga tidak terintegrasi dengan terminal.

“Angkudes di Blora juga sama, lebih suka di Stasiun Lama. Jarang masuk ke terminal,” katanya. (hul/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Terminal Tipe B Dishub Gagak Rimang blora Mangkrak