Polres dan Dinkes Lakukan Penyelidikan, Dugaan Keracunan MBG, Belasan Siswa SDN 1 Tutup Sakit Perut

Rahul Oscarra Duta • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:30 WIB
PEMERIKSAAN: Petugas Puskesmas Tunjungan sedang meninjau dan memeriksa korban yang diduga keracunan MBG di SDN 3 Tutup. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
PEMERIKSAAN: Petugas Puskesmas Tunjungan sedang meninjau dan memeriksa korban yang diduga keracunan MBG di SDN 3 Tutup. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Insiden dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora, belum sepenuhnya reda. Pada Jumat (2/10), dua siswa tidak masuk sekolah karena masih mengalami keluhan kesehatan.

Di SDN 1 Tutup, sejumlah siswa masih mengeluhkan sakit perut hingga pusing. Pemeriksaan pun kembali dilakukan petugas Puskesmas Tunjungan di sekolah untuk memantau kondisi siswa pascakejadian.

Kepala SDN 1 Tutup Mustopa Kamal Riyanto mengatakan, lima siswa masih mengeluhkan sakit perut. Tiga di antaranya sempat mengikuti kegiatan belajar mengajar, sedangkan dua siswa diperbolehkan pulang setelah diperiksa dan mendapat obat.

“Yang masih ada rasa sakit perut maupun pusing diperiksa lagi dari puskesmas dan diberi obat. Lima siswa masih mengeluhkan sakit perut,” ujar Kamal.

Tercatat di SDN 1 Tutup, jumlah siswa yang mengalami keluhan juga bertambah. Sebelumnya, 13 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Satu siswa kelas V kemudian mengalami keluhan serupa, sehingga total menjadi 14 siswa.

Baca Juga: Belasan Siswa SD di Blora Alami Keluhan Sakit Perut Hingga Muntah Diduga Konsumsi MBG

“Ada satu siswa kelas lima (SD) yang mengalami keluhan serupa. Jadi, jumlahnya bertambah menjadi 14 siswa yang mengalami keluhan,” ucaonya.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah melakukan pemantauan terhadap siswa. Keluhan kesehatan itu muncul sehari setelah insiden serupa dilaporkan sekolah lain di wilayah Tutup.

Keluhan juga dilaporkan terjadi di SDN 3 Tutup. Kepala SDN 3 Tutup Sri Wulandari menyebut terdapat empat siswa yang mengalami mual-mual setelah menyantap MBG. “Di sekolah kami ada empat anak yang mengeluh mual-mual,” kata Sri.

Perlu diketahui, temuan dugaan keracunan makanan MBG di SDN 1 Tutup terjadi pada Kamis (1/10). Para siswa SDN 1 Tutup menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup di bawah naungan Yayasan Pelita Gizi Makmur.

Adapun kejadian mulai diketahui sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis lalu. Saat itu, seorang guru kelas 2 SD melaporkan adanya siswa yang mengalami sejumlah keluhan, di antaranya sakit perut, pusing, dan muntah.

Sementara itu, pada Kamis lalu, Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin telah mendatangi SDN 1 Tutup untuk melakukan proses penyelidikan. Pihaknya mengamankan sisa muntahan siswa yang ada di depan kelas. Sementara, muntahan lainnya, terjadi di toilet sekolah, sehingga langsung disiram. "Masih dalam proses penyelidikan," kata Zaenul.

Di tempat SPPG Tutup, Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora Tutik Rahayu mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan ke SPPG.

Menurutnya, petugas menggali sejumlah informasi terkait proses pengolahan dan pendistribusian makanan, mulai dari waktu makanan dimasak hingga proses pengiriman ke penerima.

Baca Juga: Tiga Bulan Tak Dapat MBG, SMPN 1 Blora: Aman-aman Saja

"Kami tadi (Kamis, Red) menanyakan terkait dengan kapan masaknya dan matangnya jam berapa, terus distributornya siapa, kemudian datangnya jam berapa," jelas Tutik.

Petugas kemudian mendatangi langsung lokasi SPPG Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup untuk melakukan pemeriksaan kondisi tempat pengolahan makanan. "Dari pemeriksaan awal, ternyata ada banyak dindingnya yang bolong," ungkapnya.

Meski demikian, Tutik mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab munculnya keluhan pada siswa. Pemeriksaan masih dilakukan, termasuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang berkaitan dengan makanan tersebut.

"Kami belum bisa menyampaikan sepenuhnya karena masih proses pemeriksaan laboratorium," pungkasnya pada Kamis lalu. (hul)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
sdn 1 tutup Desa Tutup Makan Bergizi Gratis keracunan Mbg