Tiga Bulan Tak Dapat MBG, SMPN 1 Blora: Aman-aman Saja

Rahul Oscarra Duta • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:00 WIB
MASIH DIHENTIKAN: Siswa SMP Negeri 1 Blora lebih dari tiga bulan tak menerima menu MBG, setelah sebelumnya ratusan siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan program tersebut. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)
MASIH DIHENTIKAN: Siswa SMP Negeri 1 Blora lebih dari tiga bulan tak menerima menu MBG, setelah sebelumnya ratusan siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan program tersebut. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum kembali menyentuh meja makan siswa SMP Negeri 1 Blora. Sudah lebih dari tiga bulan para siswa tak menerima menu MBG setelah sebelumnya ratusan siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan program tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada 25 November 2025. Sekitar 204 siswa SMPN 1 Blora mengalami keluhan mual, pusing hingga diare setelah menyantap MBG. Sebagian siswa bahkan harus mendapat penanganan di rumah sakit. Sementara lainnya memilih tidak masuk sekolah karena kondisi kesehatan yang terganggu.

Pasca kejadian tersebut, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangjati 1 sempat dihentikan sementara. Tak hanya persoalan layanan, kejadian itu juga menyisakan trauma bagi siswa maupun guru.

Baca Juga: MPPA Blora Desak MBG Tak Ganggu Sekolah

Pihak sekolah kemudian meminta adanya pergantian SPPG. Layanan MBG selanjutnya sempat dialihkan ke SPPG Alugoro 410 sebelum kembali berpindah ke SPPG Karangjati 3.

Kepala SMPN 1 Blora Ainur Rofiq mengatakan, layanan MBG memang sempat kembali berjalan setelah insiden keracunan. Namun, program tersebut kembali berhenti beberapa bulan kemudian.

“MBG sempat jalan lagi dari Alugoro 410. Lalu pindah lagi ke SPPG Karangjati 3,” ujarnya.

Menurut Rofiq, pemberian MBG terakhir diterima siswa sekitar pertengahan Juni. Setelah itu, hingga September ini, belum ada lagi distribusi makanan bergizi gratis ke sekolah.

Baca Juga: Wali Murid Bojonegoro Khawatir MBG, Pilih Larang Anak Konsumsi

“Seingat saya sejak 15 Juni tidak ada sampai sekarang,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, siswa SMPN 1 Blora sudah lebih dari tiga bulan tidak menerima MBG. Rofiq menyebut kondisi itu memiliki sisi positif sekaligus negatif.

Di satu sisi, siswa SMPN 1 Blora tidak memperoleh program pemerintah yang masih diterima sebagian siswa di sekolah lain. Namun di sisi lain, penghentian sementara tersebut membuat pihak sekolah tak lagi dibayangi kekhawatiran kejadian serupa terulang.

“Negatifnya ya tidak mendapatkan program dari pemerintah seperti siswa lainnya. Positifnya, tidak khawatir ada keracunan,” ujar Rofiq.

Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini membenarkan SMPN 1 Blora hingga kini belum kembali mendapatkan MBG. Kondisi serupa juga terjadi di SMA Negeri 1 Tunjungan yang layanan MBG-nya dihentikan setelah kasus keracunan.

“Aman-aman saja tidak menerima MBG,” kata kata Wakil Bupati Blora tersebut. (hul/ind)

Editor : Hakam Alghivari
SMPN 1 Blora Sekolah Mbg