RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kasus gangguan kesehatan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blora kembali terjadi. Terbaru, 136 siswa dan seorang guru SMAN 1 Tunjungan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Kejadian tersebut disebut menjadi kasus ketiga yang berkaitan dengan SPPG Sukorejo 2.
Berulangnya kejadian tersebut mendapat sorotan akademisi. Dosen Universitas Muria Kudus (UMK) Hendy Hendro menilai persoalan keamanan pangan MBG tidak cukup diselesaikan dengan evaluasi internal.
Menurut dia, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian mitra penyedia makanan, harus ada pertanggungjawaban. Tidak hanya administratif, tetapi juga perdata hingga pidana jika memenuhi unsur tindak pidana.
‘’Dampaknya tidak berhenti pada korban. Ada orang tua, sekolah, fasilitas kesehatan, sampai pemerintah yang ikut menanggung kerugian,” ujarnya.
Baca Juga: 136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Diduga Keracunan MBG, Wabup Blora Usulkan Penutupan SPPG Sukorejo 2
Hendy mengatakan, kerugian akibat kejadian tersebut bisa jauh lebih besar dibanding harga satu porsi makanan. Sebab, ada biaya pengobatan, transportasi, pemeriksaan, hingga kehilangan pendapatan orang tua karena harus merawat anak.
‘’Kalau semua komponen dihitung, kerugiannya bisa jauh lebih besar dibanding nilai satu porsi MBG yang sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” jelasnya.
Ia mendorong pengawasan diperketat mulai bahan baku, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi. Sebab, kasus berulang juga berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
‘’Kalau terbukti ada kelalaian yang menyebabkan kerugian dan korban, harus ada pertanggungjawaban. Bisa secara perdata untuk kerugian yang ditimbulkan, dan pidana apabila memenuhi unsur tindak pidana,” tegasnya.
Menurut Hendy, ketegasan diperlukan sebagai efek jera. Jangan sampai program peningkatan gizi justru menimbulkan persoalan kesehatan dan kerugian bagi masyarakat.
”Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi justru menimbulkan kerugian kesehatan, ekonomi, dan hilangnya kepercayaan masyarakat,” tandasnya. (hul/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah