RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Blora, digegerkan dengan kecelakaan pesawat latihan, Minggu (6/9). Pesawat jenis capung tersebut mengalami gangguan mesin saat melintas di wilayah Blora hingga akhirnya mendarat darurat di lahan tembakau Dukuh Banjarmlati.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Pesawat diketahui terbang dari arah timur. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian mendapati pesawat dalam kondisi hancur dan terbakar.
Salah satu warga Sarimulyo, Mustakim, mengatakan pesawat sempat mengalami masalah sebelum mendarat di lahan. Dua orang yang berada di dalam pesawat selamat dari kejadian tersebut.
Sementara itu, salah seorang pilot, Dhony Vasmin A., asal Surabaya, mengatakan pesawat tersebut dalam perjalanan dari Pangandaran menuju Malang. Penerbangan dilakukan melalui Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Malang.
Baca Juga: 6 Trik Rahasia Cara Pakai Toilet Pesawat untuk Jemaah Haji 2026
Menurut dia, pesawat mengalami gangguan mesin ketika memasuki wilayah Blora. Kondisi ketinggian pesawat saat itu sudah rendah sehingga pilot memilih lahan tembakau untuk melakukan pendaratan darurat.
“Mesinnya brebet saat masuk wilayah Blora. Karena ketinggian sudah terlalu rendah, kami memilih lahan tembakau untuk mendarat,” ujarnya.
Dhony dalam penerbangan tersebut bersama Ignatius Andreas, asal Tangerang, yang merupakan sekretaris pilot. Keduanya selamat, meski pilot sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan.
Dhony menyebut pesawat tersebut merupakan kegiatan dari Bromo Flying Club yang berada di bawah binaan TNI Angkatan Udara dan berbasis di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga sekitar atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. Pihaknya berkoordinasi dengan aparat setempat untuk penanganan lebih lanjut.
“Mohon maaf kepada warga karena kejadian ini menimbulkan kegaduhan. Kami juga meminta bantuan pihak berwajib dan perangkat setempat untuk memberitahukan adanya kecelakaan ini,” katanya.
Menurut Dhony, pesawat yang digunakan dalam penerbangan tersebut sudah memiliki izin resmi dari TNI AU. Pihak dari Pangandaran disebut akan menyusul ke lokasi untuk membantu proses penanganan.
Sementara itu, aparat masih melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Kondisi pesawat yang hancur dan terbakar menjadi perhatian warga yang datang ke sekitar lokasi. (ozi/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko