RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blora terus dikebut. Dari total 295 KDKMP yang telah berbadan hukum, sebanyak 233 titik telah rampung dibangun.
Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf. Maningsun mengatakan, 233 titik tersebut telah terbangun seratus persen. Sementara, 62 titik lainnya masih belum terbangun karena terkendala kesiapan lahan dan proses perizinan.
"295 koperasi merah putih di Blora harapannya akhir tahun selesai dan bisa beroperasi sesuai target," katanya.
Dari 233 titik yang telah rampung dibangun, baru 55 KDKMP yang telah melakukan transaksi dan beroperasi sejak launching serentak pada 16 Mei 2026.
Sedangkan 178 titik lainnya masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana serta distribusi barang dari pihak Agrinas sebelum dapat beroperasi.
Baca Juga: Terdapat Gerai di Blora Hanya Raup Rp 6 Ribu Per Hari, Omzet KDKMP Belum Maksimal
Maningsun menjelaskan, salah satu kendala KDKMP yang telah beroperasi adalah ketersediaan stok barang. Ketika persediaan menipis atau habis, laporan diteruskan kepada pihak terkait agar segera dilakukan pengisian kembali.
"Kalau stok barang di KDKMP sudah menipis bahkan habis, harapannya bisa segera diisi ataupun dikirim," ujarnya.
Menurutnya, KDKMP yang sudah beroperasi rata-rata mencatat omzet harian sekitar Rp 600 ribu hingga Rp1,2 juta. Besaran omzet tersebut berbeda-beda, tergantung kondisi dan ketersediaan barang di masing-masing gerai.
Kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga LPG subsidi menjadi sejumlah komoditas yang paling banyak dicari masyarakat.
"Kita berharap seluruh KDKMP yang sudah dibangun bisa segera beroperasi, sehingga aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan semakin berkembang," pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko