RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kerusakan Jembatan Sumber di Kecamatan Kradenan tak kunjung mendapat penanganan. Setahun berlalu, kondisi akses penghubung tersebut justru semakin mengkhawatirkan. Warga kini dihantui kekhawatiran memasuki musim penghujan, terlebih sebagian badan jalan di sisi selatan jembatan sudah ambles dan tergerus.
Kondisi itu membuat warga meminta Pemkab Blora tidak menunggu terlalu lama. Setidaknya, diperlukan langkah penanganan sementara untuk memastikan akses tetap aman dilalui sembari menunggu perbaikan permanen.
Warga Sumber, Sutrisno mengatakan, kerusakan jembatan sudah mengganggu aktivitas warga sekaligus membahayakan pengguna jalan. Apalagi, penerangan di sekitar lokasi minim dan rambu maupun pembatas di titik longsoran sudah tidak tersedia.
‘’Siapa pun yang melintas pasti merasa prihatin. Kerusakan ini sudah lama, tetapi belum juga diperbaiki,” ujarnya.
Baca Juga: Jembatan Kidangan Jadi Titik Rawan Laka, Lebar Hanya Enam Meter
Menurut Sutrisno, kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jembatan tersebut bahkan sudah memakan korban. Beberapa waktu lalu, seorang pemuda terperosok ke jurang saat melintas sekitar pukul 22.00. Beruntung, korban masih bisa dievakuasi warga.
‘’Anaknya Pak Kamituo Turi jatuh ke jurang karena tidak mengenal medan. Malam hari kondisinya gelap karena minim penerangan,” ungkapnya.
Kondisi jembatan pun kian memprihatinkan. Sayap jembatan mengalami abrasi akibat longsoran. Separuh badan jalan ambles, sehingga kendaraan harus bergantian melintas melalui jalur sempit yang tersisa.
Kerusakan jalan diperkirakan mencapai panjang 20 meter dengan lebar sekitar 2 meter. Kendaraan berat seperti truk dan bus praktis tidak bisa melintas. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah ketika debit air meningkat saat musim penghujan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Blora, Danang Adiamintara menjelaskan, penanganan jembatan tersebut sebenarnya menjadi kewenangan BNPB. Sebelumnya, sudah ada rencana penanganan dari pemerintah pusat.
‘’Untuk jembatan itu sebenarnya kewenangan penanganannya ada di BNPB. Dulu memang sudah ada rencana untuk ditangani,” jelasnya.
Namun, Pemkab Blora tidak menutup kemungkinan mengambil langkah melalui APBD, apabila penanganan dari BNPB tidak kunjung terealisasi. Danang menyebut, pihaknya akan mengusulkan perbaikan dalam pembahasan APBD 2027.
‘’Kalau nanti tidak ada perkembangan dari BNPB, akan kami ajukan untuk penanganan melalui APBD 2027,” tegasnya.
Danang menambahkan, kerusakan tersebut tidak bisa ditangani secara asal, termasuk sekadar menguruk bagian jalan yang ambles. Struktur jembatan harus diperbaiki mulai dari bagian dasar hingga ke atas.
‘’Kalau hanya ditangani sementara atau sekadar diurug, tidak akan menyelesaikan masalah. Dasarnya sudah rentan. Apalagi saat musim penghujan volume air cukup tinggi, sehingga pondasi bagian bawah harus benar-benar kuat,” paparnya. (hul/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko