RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembangunan Pasar Baru Ngawen terus dikebut. Bupati Blora Arief Rohman sebelumnya meninjau langsung proyek pembangunan Pasar Ngawen. Dalam kesempatan tersebut, Arief meminta kontraktor memaksimalkan sisa waktu pengerjaan. Sebab, proyek ditargetkan rampung pada 13 Agustus 2026.
‘’Progresnya sudah 82,72 persen. Kami berharap pekerjaan bisa dirampungkan sesuai target,’’ kata Arief.
Proyek pembangunan Pasar Ngawen sebelumnya juga mendapat perpanjangan waktu melalui adendum. Arief berharap tidak ada lagi keterlambatan pengerjaan, sehingga proyek tidak sampai terkena denda.
‘’Kami ingin selesai tepat waktu. Harapannya, 17 Agustus nanti salah satu kegiatan peringatan kemerdekaan bisa digelar di Pasar Ngawen,’’ ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Ngawen Fahrizal Patriaman menjelaskan, adendum diberikan karena terdapat kendala berupa tiang listrik yang berada di posisi bangunan.
‘’Ada tiang listrik yang menghalangi posisi bangunan, sehingga pekerjaan baru bisa dilanjutkan setelah persoalan itu ditangani,’’ jelasnya.
Dengan target penyelesaian tersebut, Pemkab Blora berharap Pasar Baru Ngawen segera dapat difungsikan dan menjadi pusat aktivitas perdagangan baru bagi masyarakat.
Pemkab Blora memastikan pasar tersebut nantinya memiliki daya tampung sekitar 984 pedagang. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora Kiswoyo mengatakan, jumlah tersebut disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia di pasar baru.
‘’Pasar Baru Ngawen hanya menampung 984 pedagang. Pedagang yang terdampak kemarin ada 1.025 pedagang,’’ ujarnya.
Menurut dia, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang, termasuk pedagang lesehan atau dasaran. Nantinya, pedagang akan ditempatkan berdasarkan fasilitas yang tersedia di Pasar Baru Ngawen.
‘’Yang 984 itu pedagang existing, masih bisa tertampung. Yang lainnya merupakan penjual musiman,’’ jelasnya.
(ozi/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah