RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ancaman gagal panen membayangi para petani di Kabupaten Blora. Akibat surut hingga mengeringnya air embung, sedikitnya 300 hektare sawah di wilayah Kecamatan Blora terancam gagal pada musim tanam ketiga (MT III) kali ini.
Kondisi tersebut diperparah dengan memprihatinkannya infrastruktur penampung air. Dari sekitar 78 embung yang tersebar di Kabupaten Blora, separuh diantaranya kini berada dalam kondisi kritis akibat pendangkalan mendalam.
Baca Juga: Kodim 0721 Bangun Tiga Sumur untuk Atasi Kekeringan di Kabupaten Blora
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Surat mengatakan, Bendung Gabus menjadi salah satu infrastruktur irigasi yang berperan penting dalam mendukung pengairan lahan pertanian di wilayah Kecamatan Blora.
“Jaringan tersebut membentang mulai dari Kelurahan Jetis hingga Desa Buluroto dan sekitar sawah tersebut merupakan jalur vital bagi petani,"ungkapnya.
Namun, memasuki musim kemarau dan MT III, debit air mengalami penurunan. Akibatnya, distribusi air ke lahan pertanian tidak lagi dapat dilakukan secara maksimal.
“Dampak kekeringan, di musim ketiga (MT III) ini pemenuhan kebutuhan air irigasi tidak bisa terpenuhi dan terlayani dengan baik,” jelasnya.
Persoalan kekeringan tidak hanya terjadi pada jaringan irigasi sungai. DPUPR Blora juga mencatat kondisi puluhan embung di wilayah tersebut membutuhkan perhatian serius.
Baca Juga: 69 Hektare Sawah di Kabupaten Blora Alami Kekeringan
Surat menyebut, dari sekitar 78 embung yang ada di Kabupaten Blora, diperkirakan sekitar 50 persen berada dalam kondisi kritis. Salah satu penyebab utamanya adalah pendangkalan akibat sedimentasi yang terbawa aliran air ketika musim hujan.
“Dari sekitar 78 embung yang tersebar di berbagai wilayah, diperkirakan sekitar 50 persen berada dalam kondisi kritis,” ungkapnya.
Menurut dia, pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana maupun BBWS Bengawan Solo.
Baca Juga: 149 Desa di Blora Masuk Zona Rawan Kekeringan
“Setiap tahun kami tetap mengupayakan kolaborasi dan kerja sama melalui BBWS Pemali Juana dan BBWS Bengawan Solo agar dapat mengantisipasi kondisi ini,” pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah