RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ribuan lowongan kerja yang dibuka dalam Job Fair 2026 di Kabupaten Blora, belum mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal. Dari 7.678 lowongan yang disediakan 34 perusahaan, hingga kini baru 208 pelamar dinyatakan diterima bekerja.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Blora Endro Budi Dermawan mengungkapkan, jumlah lowongan yang tersedia pada job fair tahun ini tergolong besar. Bahkan, lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain.
‘’Saya lihat di beberapa daerah, tidak sampai sebanyak itu. Harapan kami ini untuk mewujudkan program Pak Bupati, golek gawean gampang (mencari pekerjaan mudah, red),’’ ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Blora Masih Menyimpan Anggaran yang Belum Memiliki Pos Penggunaan Sebesar Rp 41 Miliar
Sayangnya, kesempatan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari total 7.678 lowongan yang dibuka, hanya 1.376 warga Blora yang mengajukan lamaran.
Sementara itu, dari 25 perusahaan yang telah melaporkan hasil rekrutmen, tercatat ada 811 pelamar yang mengikuti proses seleksi. Namun, hanya 208 orang yang dinyatakan lolos atau sekitar 25,6 persen. Adapun sembilan perusahaan lainnya masih belum menyampaikan hasil seleksi.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Pentatrans) Dinperinaker Blora Wahyu Trimulyani mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi bersama perusahaan peserta job fair.
Baca Juga: Pemkab Blora Berharap Kebagian DAK Rp 2,3 Triliun
Hasilnya, banyak pelamar dinilai masih memiliki kelemahan dalam kemampuan komunikasi dan saat menghadapi wawancara kerja. ‘’Mereka mengeluhkan anak-anak yang susah komunikasi, kurang percaya diri, dan kurang mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki,’’ jelasnya.
Menurut Wahyu, persoalan tersebut menjadi salah satu penyebab banyak pelamar gagal memenuhi kualifikasi perusahaan. Karena itu, Dinperinaker berencana memberikan pembekalan khusus bagi para pencari kerja sebelum mengikuti rekrutmen.
Pembekalan itu akan difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta teknik menghadapi wawancara agar peluang diterima bekerja semakin besar. (ozi/ind)
Editor : Hakam Alghivari