RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sektor pertanian yang menyumbang hampir sepertiga perekonomian Kabupaten Blora kini menjadi fokus penguatan pemerintah daerah. Pemkab Blora kembali menggandeng beberapa perguruan tinggi untuk melakukan riset penelitian agar mengangkat daya saing pertanian, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).
Seperti diketahui, produksi gabah yang menembus 530.818 ton dan jagung 482.466 ton pada 2025 dinilai belum cukup tanpa dukungan inovasi. Karena itu, Bupati Blora Arief Rohman mengajak mengembangkan riset terapan, untuk meningkatkan produktivitas petani hingga memperkuat kualitas SDM bersama dengan perguruan tinggi, salah satunya UNISMA (Universitas Islam Malang).
“Padahal stok pangan Blora itu melonjak dari tahun sebelumnya. Tapi belum cukup. Untuk itu, kami butuh inovasi dari hasil penelitian kampus ini ada yang bisa langsung diterapkan di lapangan,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Blora Makin Serius Kembangkan Pertanian Organik, Bupati Minta DP4 Lakukan Pendataan Lengkap
Di sisi lain, lanjut dia, Blora masih menyandang predikat sebagai daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah. Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat jika hanya berhenti pada produksi. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan teknologi budidaya, pengolahan hasil, hingga hilirisasi komoditas pertanian.
“Kami ingin komoditas unggulan tidak hanya melimpah, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan petani dan peternak,” ungkapnya.
Arief menjelaskan, upaya tersebut juga diperkuat melalui pengembangan pertanian organik. Salah satu program yang terus dikembangkan ialah Gerakan Sejuta Kotak Umat (GASEKU), yakni inovasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik.
Hingga pertengahan tahun ini telah terbentuk 1.124 kotak pupuk organik, dengan total produksi sekitar 1.465 ton yang dimanfaatkan di lahan pertanian. Bahkan, sejumlah kelompok tani mulai memproduksi beras organik dengan nilai jual lebih tinggi.
Baca Juga: Pemkab Blora Dorong Percepatan Kabupaten Organik, Berkolaborasi dengan Ormas dan Pelaku Pertanian
“Kami berharap pengembangan pertanian organik terus diperkuat melalui riset, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesuburan lahan,” jelas Arief. (hul/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah