Semangkuk Lontong Opor Jadi Diplomasi Kuliner Blora Saat Menjami Sekjen Kementerian ESDM

Rahul Oscarra Duta • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 22:03 WIB
MAKAN BERSAMA : Bupati Arief Rohman menjamu Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika di warung Lontong Opor. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
MAKAN BERSAMA : Bupati Arief Rohman menjamu Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika di warung Lontong Opor. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ruang rapat bukan menjadi satu-satunya tempat membangun relasi. Bagi Bupati Blora Arief Rohman, semangkuk lontong opor di warung sederhana pun bisa menjadi media diplomasi sekaligus promosi daerah yang efektif.

Hal itu terlihat saat Arief menjamu Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika bersama rombongan di Warung Lontong Opor Pak Pangat, Ngloram, Kecamatan Cepu. Turut mendampingi Direktur PEM Akamigas Cepu, Erdila Indriani.

Alih-alih mengajak tamunya ke hotel atau restoran mewah, Arief memilih warung rakyat yang telah lama menjadi salah satu ikon kuliner Blora. Di atas meja hanya tersaji sepiring lontong opor ayam kampung dengan kuah santan hangat dan taburan bawang goreng. Namun, dari sajian sederhana itulah promosi daerah dimulai.

Baca Juga: Mbah Rati Buatkan Sarapan Lontong kepada Jokowi

Pilihan tersebut rupanya membuahkan kesan mendalam. Ahmad Erani Yustika mengaku terkejut dengan cita rasa lontong opor ayam kampung khas Ngloram yang dinilainya melampaui ekspektasi.

"Dulu saya membayangkan opor yang enak itu berasal dari tempat kelahiran saya atau dari kabupaten/kota lain. Tapi setelah merasakan langsung Lontong Opor Pak Pangat Ngloram, ini yang paling top. Yang lain gugur sebelum semifinal," selorohnya, disambut tawa para tamu.

Ia juga memuji tekstur lontong yang lembut dan berpadu pas dengan kuah opor yang kaya rasa.

"Lontongnya tidak terlalu padat sehingga sangat enak, dipadukan dengan opor yang rasanya luar biasa," imbuhnya.

Sementara itu, Arief Rohman mengatakan, memperkenalkan Blora kepada tamu dari luar daerah tidak cukup hanya melalui paparan pembangunan atau potensi investasi. Kuliner lokal juga layak dikenalkan karena lahir dari kreativitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Dari tampilannya saja sudah menggugah selera,’’ujar Arief. (hul/zim)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
esdm Kabupaten Blora Akamigas Rapat blora