RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dapat perhatian komisi V DPR RI, PUPR Sebut Jalan Balong–Kepoh hanya bisa diajukan melalui DAK.
Harapan agar ruas Jalan Balong–Kepoh di Kecamatan Jati mendapatkan pendanaan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) tampaknya belum bisa terealisasi. Meski dapat perhatian dari Anggota DPR-RI.
Ruas jalan sepanjang 12 kilometer itu diketahui mengalami kerusakan cukup parah. Dari total panjang jalan, hanya sekitar 1,5 kilometer yang masih dalam kondisi baik.
Sementara, sisanya sekitar 10,5 kilometer rusak dan kerap menjadi lokasi kecelakaan bagi pengguna jalan.
Baca Juga: Desa Sumurboto Blora Dibidik Jadi Kampung Bebas dari Narkoba Terbaik di Jawa Tengah.
Kondisi itu membuat seorang anggota Komisi V DPR RI berinisiatif mengusulkan Jalan Balong–Kepoh agar memperoleh bantuan melalui program IJD. Namun, upaya tersebut terkendala aturan yang berlaku.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Nidzamudin Al Hudda menjelaskan, tidak semua ruas jalan daerah dapat diajukan melalui program IJD.
Salah satu syarat utama adalah ruas jalan harus masuk dalam koridor yang telah ditetapkan pemerintah pusat. “Harus masuk koridor,” ujarnya.
Karena tidak memenuhi ketentuan tersebut, Jalan Balong–Kepoh tidak masuk dalam daftar usulan IJD yang diajukan Pemkab Blora.
Sebagai alternatif, DPUPR akan mengupayakan pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). “Kami usulkan DAK,” imbuhnya.
Hudda menambahkan, usulan tersebut akan diajukan pada tahun ini. Apabila mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, maka anggaran perbaikan baru dapat direalisasikan pada 2027 mendatang.
Sementara itu, Kepala Desa Kepoh Yulianto mengatakan, status Jalan Balong–Kepoh merupakan jalan kabupaten. Karena itu, kewenangan penanganan dan perbaikannya berada sepenuhnya di tangan Pemerintah Kabupaten Blora.
“Begitulah kondisinya, kami sendiri tidak bisa berbuat banyak,” katanya.
Keluhan juga datang dari warga. Mbah Jo, warga Desa Kepoh, mengaku kerusakan jalan sering menyebabkan pengendara terjatuh, terutama mereka yang tidak terbiasa melintas di jalur tersebut.
“Mereka yang bukan orang sini tidak kenal medan, jadi banyak yang jatuh,” ujarnya.
Baca Juga: Baznas Blora Sebut Rumah Mbah Sarni Masuk Prioritas Perbaikan
Menurut dia, kondisi semakin menyulitkan saat malam hari. Selain jalan rusak, penerangan di sepanjang ruas tersebut juga sangat minim sehingga aktivitas warga menjadi terbatas.
“Kasihan itu kalau malam-malam ada yang sakit harus ke rumah sakit, sudah gelap, jalan rusak. Orang di sini banyak yang mengeluh,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Setidaknya dilakukan pengerasan atau perataan jalan agar lebih aman dilalui masyarakat.
“Minimal rata tidak jeglong-jeglong, meski bukan aspal ataupun cor,” pungkasnya. (ozi/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko