Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Usai PG GMM Tutup, Ribuan Hektare Tebu Blora Beralih ke PG Trangkil

Achmad Syaeroyzi • Minggu, 14 Juni 2026 | 19:58 WIB
PANEN: Petani tebu Blora saat panen. Saat ini mereka menjual tebu ke PG Trangkil. (SYAEROYZI/RADAR BOJONEGORO)
PANEN: Petani tebu Blora saat panen. Saat ini mereka menjual tebu ke PG Trangkil. (SYAEROYZI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penutupan operasional Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) di Kabupaten Blora membuat ribuan hektare lahan tebu milik petani beralih memasok hasil panen ke Pabrik Gula (PG) Trangkil, Kabupaten Pati.

Data di lapangan menunjukkan lebih dari 1.000 hektare lahan tebu di Blora kini menjadi pemasok PG Trangkil.

Namun, tidak sedikit petani yang sebenarnya telah menjalin kemitraan dengan pabrik gula tersebut jauh sebelum PG GMM menghentikan operasionalnya pada akhir 2025.

Salah satunya Slamet Riyanto, 25, petani tebu asal Desa Ngampel, Kecamatan Blora. Sejak mulai membudidayakan tebu pada 2014, ia memilih mengirim hasil panennya ke PG Trangkil.

"Saya nyaman memasok tebu ke PG Trangkil karena sistem pembayarannya cepat dan transparan," ujarnya.

Bersama petani di wilayah Ngampel, Plantungan, Tempuran, hingga Sendangharjo, Slamet mengelola sekitar 100 hektare lahan tebu.

Saat musim giling, mereka mampu mengirimkan delapan hingga 12 rit tebu setiap hari.

Baca Juga: Terbantu DPR RI, Polemik Petani Tebu Blora dan PT GMM Akhirnya Sampai ke Telinga Mentan

Hal serupa disampaikan Suwanto, petani asal Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan. Ia telah bermitra dengan PG Trangkil sejak 2021 dan kini mengelola sekitar 45 hektare lahan tebu.

Dalam satu hari pada musim giling, Suwanto mampu mengirim rata-rata delapan rit tebu. Menurutnya, kemitraan dengan PG Trangkil memberikan banyak manfaat bagi petani.

"Fasilitas yang diberikan cukup membantu, mulai pinjaman modal kemitraan hingga subsidi bibit. Itu sangat mendukung pengembangan usaha tani," katanya.

Meningkatnya jumlah petani Blora yang bermitra dengan PG Trangkil tidak terlepas dari berhentinya operasional PG GMM pada akhir 2025.

Sejumlah petani yang sebelumnya memasok hasil panen ke pabrik gula tersebut kini mengalihkan pengiriman tebu ke PG Trangkil.

PG Trangkil memastikan kemitraan dengan petani tebu asal Blora akan terus berlanjut, baik pada musim giling tahun ini maupun pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Nasib Penggilingan PT GMM Tak Jelas, Petani Tebu Blora Pilih Mengadu ke Senayan

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha tani tebu sekaligus mendukung program swasembada gula nasional. (ozi/zim)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#pg gmm #pg trangkil #pati #tebu #blora