Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Terbantu DPR RI, Polemik Petani Tebu Blora dan PT GMM Akhirnya Sampai ke Telinga Mentan

Rahul Oscarra Duta • Jumat, 12 Juni 2026 | 09:20 WIB
SAMPAIKAN LANGSUNG: Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah menyampaikan persoalan berhentinya operasional PT GMM Blora ke Mentan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
SAMPAIKAN LANGSUNG: Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah menyampaikan persoalan berhentinya operasional PT GMM Blora ke Mentan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nasib ribuan petani tebu Blora yang terdampak berhentinya operasional PT Gendhis Multi Manis (GMM) mulai mendapat perhatian pemerintah pusat. Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah mengaku, telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

Petani berharap langkah itu menjadi pintu masuk lahirnya solusi konkret di tengah ancaman kerugian yang terus membesar. Rina mengatakan, persoalan yang terjadi di GMM tidak lagi bisa dipandang sebagai gangguan teknis perusahaan semata.

Dampaknya telah merembet ke berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai petani tebu, buruh angkut, sopir, pekerja pabrik, hingga pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada aktivitas industri gula di Blora.

Menurutnya, berhentinya operasional pabrik memaksa petani mengirim hasil panen ke pabrik gula di luar daerah. Akibatnya, biaya transportasi meningkat dan berpotensi menurunkan kualitas maupun rendemen tebu.

Baca Juga: Nasib Penggilingan PT GMM Tak Jelas, Petani Tebu Blora Pilih Mengadu ke Senayan

‘’Kami telah menyampaikan langsung kepada Menteri Pertanian, bahwa persoalan yang terjadi di Blora membutuhkan perhatian serius pemerintah,’’ tuturnya.

Politikus PKB tersebut juga mendorong pemerintah pusat bersama seluruh pemangku kepentingan segera mencari solusi, agar keberlangsungan usaha petani tebu tetap terjaga.

‘’Persoalan ini akan terus dikawal melalui mekanisme pengawasan DPR RI, termasuk lewat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Pertanian dan pihak terkait lainnya,’’ imbuhnya.

Koordinator Audiensi Petani Tebu Blora Exi Wijaya mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Rina. Menurutnya, petani membutuhkan kehadiran negara melalui kebijakan nyata, untuk mengurangi dampak kerugian akibat berhentinya operasional GMM.

‘’Yang dibutuhkan petani hari ini bukan hanya perhatian, tetapi solusi nyata agar petani tidak terus menanggung dampak dari persoalan yang bukan mereka sebabkan,” katanya.

Ketua Paguyuban Petani Tebu Blora Anton Sudibyo juga menyambut baik upaya tersebut. Dia berharap, perhatian yang mulai muncul di tingkat nasional segera diwujudkan dalam langkah konkret untuk melindungi petani.

‘’Kami berharap perhatian itu segera diwujudkan dalam kebijakan nyata. Jangan sampai petani menjadi pihak yang paling dirugikan akibat persoalan yang terjadi di luar kendali mereka,” pungkasnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#PT GMM #petani tebu #Petani #pabrik gula #menteri pertanian