Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kasus Bunuh Diri Marak di Kota Sate, Tapi Blora Hanya Punya Dua Psikolog Klinis

Rahul Oscarra Duta • Jumat, 8 Mei 2026 | 08:15 WIB
Ilustrasi kasus bunuh diri.
Ilustrasi kasus bunuh diri.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Maraknya kasus dugaan bunuh diri dalam sebulan terakhir, memunculkan sorotan terhadap minimnya layanan kesehatan mental di Kabupaten Blora. Saat ini, Kota Sate hanya memiliki dua psikolog klinis yang bertugas di dua rumah sakit umum daerah (RSUD).

Dalam sebulan terakhir, sedikitnya tiga kasus dugaan bunuh diri terjadi di Kabupaten Blora. Kasus terbaru menimpa seorang lansia di Kecamatan Kedungtuban yang ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di belakang rumahnya, Kamis (30/4).

Sebelumnya, seorang remaja 14 tahun di Kecamatan Todanan ditemukan meninggal di dalam kamar rumahnya pada Minggu (26/4). Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya. Di hari yang sama, pria berinisial PL, 30, warga Cepu ditemukan meninggal di dalam sumur area persawahan Kelurahan Tambakromo.

Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengakui keterbatasan tenaga psikolog tersebut membuat layanan pendampingan kesehatan mental belum bisa menjangkau masyarakat secara maksimal.

Baca Juga: Tiga Dapur MBG Milik Pak "B" Dapat Catatan Negatif dari Satgas MBG Blora, IPAL Jadi Sorotan Utama

“Kami akui tenaga psikolog masih sangat terbatas. Saat ini hanya ada dua psikolog yang bertugas di dua RSUD,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya memberikan layanan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan psikologis maupun trauma mental.

“Kami juga mengimbau masyarakat lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga maupun lingkungan sekitar. Sebab, tekanan mental dan persoalan pribadi diduga menjadi salah satu pemicu munculnya kasus bunuh diri,” ujarnya.

Kasi Humas Polres Blora AKP Midiyono mengatakan, faktor penyebab dugaan bunuh diri beragam. Mulai persoalan ekonomi, tekanan mental, penyakit menahun, hingga masalah pribadi.

“Setiap kasus memiliki latar belakang berbeda. Dugaan sementara biasanya dipengaruhi faktor pribadi maupun tekanan psikologis,” katanya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bunuh #psikologis #psikolog #Dinsos P3A Blora #blora