Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Penanganan Banjir di SMPN 4 Cepu Terkendala Anggaran, Butuhkan Peninggian 1,5 Meter

Achmad Syaeroyzi • Senin, 13 April 2026 | 19:52 WIB
GOTONG-ROYONG: Sejumlah siswa siswi SMPN 4 Cepu membersihkan sisa-sisa banjir di Lapangan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
GOTONG-ROYONG: Sejumlah siswa siswi SMPN 4 Cepu membersihkan sisa-sisa banjir di Lapangan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cepu menyebabkan banjir di sejumlah titik, Minggu malam (12/4). Ada lima kelurahan yang terdampak dan satu sarana pendidikan, yakni SMPN 4 Cepu.

Kondisi SMPN 4 Cepu yang menjadi langganan banjir saat musim hujan, perlu mendapat perhatian serius.

Meski mendesak, tapi Pemkab Blora  belum memiliki pos anggaran untuk perbaikan permanen tahun ini. Satu-satunya harapan kini bergantung pada kucuran dana dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Usai Dilanda Banjir, Bantuan Pangan dan Dokumen di Balai Kelurahan Cepu Basah

​Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora Sunaryo mengatakan, saat ini kondisi keuangan dinas tidak memungkinkan untuk melakukan renovasi besar. Langkah yang diambil sejauh ini baru sebatas penanganan darurat.

​"Sejak malam Sabtu sudah terdampak dan dibersihkan, namun Minggu banjir lagi. Saat ini yang bisa dilakukan hanya pembersihan yang dibantu oleh BPBD," terang Sunaryo saat meninjau lokasi.

Menurut dia, kontruksi bangunan SMPN 4 Cepu lebih rendah dari saluran air dan berdekatan dengan sawah, yang membuat lembaga tersebut selalu terdampak banjir. Namun, banjir yang terjadi saat ini merupakan terparah.

Lebih lanjut, Sunaryo mengaku, saat ini pihaknya hanya mengandalkan bantuan dari pusat, karena anggaran perbaikan yang dibutuhkan sangat tinggi.

Baca Juga: 8.505 Pemudik Turun di Stasiun Cepu dalam Periode Mudik Lebaran

"Solusinya hanya meninggikan bangunan 1,5 meter. kemudian nantinya air yang dari sebelah barat bisa teralihkan," tuturnya.

Saat mengecek sejumlah ruang kelas, Sunaryo mendapati adanya rembesan air. Kemungkinan itu disebabkan oleh struktur bangunan sekolah yang lebih rendah.

"Saya lihat ada ruangan kelas 9B, 9C, dan 9F itu keluar air dari bawah. Mungkin itu aliran dari persawahan sebelah barat yang ada airnya," ujar Sunaryo.

Sebenarnya, tahun ini SMPN 4 Cepu merupakan penerima revitalisasi yang sudah disurvei dari jakarta. Namun fasilitator dari Jakarta menyarankan perbaikan ruang kelas bisa dilaksanakan, jika bangunan gedung ditinggikan 1,5 meter terlebih dulu.

Baca Juga: Embung Karangjati di Blora Bakal Diandalkan Sebagai Infrastruktur Pengendali Banjir

Ia menambahkan, termasuk fasilitas olahraga juga terdampak banjir dan harus segera ditinggukan.

"Banyak ruangan yang harus dinaikkan ketinggiannya dan membutuhkan biaya besar. Harapannya ada alokasi khusus SMPN 4 Cepu, dan berharap bisa diperbaiki secara bertahap," katanya. (ozi/ind)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#SMPN 4 Cepu #terkendala anggaran #banjir cepu #Bupati Blora Arief Rohman #Penanganan Banjir