Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Anggaran Internet Pemkab Blora Capai Rp 2,56 Miliar, Termasuk Biaya Aplikasi Kreasi Konten

Rahul Oscarra Duta • Rabu, 8 April 2026 | 08:30 WIB
Infografis Anggaran Internet Pemkab Blora (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Anggaran Internet Pemkab Blora (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di tengah efisiensi anggaran dan pemangkasan transfer ke daerah (TKD) hingga Rp 370 miliar, tahun ini Pemkab Blora tetap mengalokasikan belanja internet Rp 2,56 miliar. Anggaran ini digunakan untuk kebutuhan jaringan di puluhan instansi.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) setempat, nilai tersebut lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar Rp 2,59 miliar.

Anggaran tersebut tersebar di 18 dinas, lima badan, dua kantor, serta 16 kecamatan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi pengguna terbesar, dengan alokasi Rp 426 juta untuk internet sharing dan main gateway.

Selain Kominfo, sejumlah OPD juga menganggarkan cukup besar. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memperoleh Rp173,5 juta, BPPKAD Rp 156 juta, Sekretariat Daerah Rp 136 juta, serta Sekretariat DPRD Rp 111 juta.

Baca Juga: Sarpras Pendidikan Blora Terima Nol Rupiah Anggaran dari Pemkab

Sedangkan, di tingkat kecamatan, Kecamatan Cepu tercatat paling tinggi menganggarkan internet, yakni Rp 47,5 juta. Menariknya, dalam paket anggaran internet, tiga OPD turut menganggarkan aplikasi pengolah konten, seperti CapCut dan Canva.

Ketiganya adalah BKPSDM, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4), serta Kominfo. Nilainya bervariasi, DP4 Rp 85 juta, BKPSDM Rp 33 juta, dan Kominfo Rp 3,7 juta.

Sekretaris DP4 Blora Lilik Setyawan menjelaskan, langganan tersebut digunakan untuk mendukung publikasi kegiatan. ‘’CapCut sekitar Rp 910 ribu per tahun dan Canva Rp 1,83 juta,” ujarnya.

Menurutnya, aplikasi itu digunakan hampir setiap hari untuk membuat konten. Hasilnya kemudian disebarluaskan melalui media sosial resmi dinas. ‘’Hampir tiap hari kami unggah konten, bahkan bisa lebih dari satu dalam sehari,” tandasnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Aplikasi #jaringan #Anggaran #internet #blora