RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Blora terdampak efisiensi anggaran. Tahun ini, tidak ada alokasi yang dikucurkan dari APBD untuk program peningkatan skill kerja gratis bagi masyarakat tersebut.
Sehingga, saat ini BLK hanya mengandalkan bantuan dari APBN dan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Kepala Dinperinnaker Blora Endro Budi Darmawan membenarkan, tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya karena efek dari efisiensi.
‘’Di Tahun 2025 (tahun lalu, red) BLK masih ada 25 tahap pelatihan, saat ini hanya 10 tahap pelatihan,’’ terang Endro.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, tahun ini 10 tahap pelatihan hanya bersumber dari APBN dan DBHCHT. Sedangkan tahun ini masih sama enam jenis pelatihan yang dibuka, meliputi tata boga, tata rias, menjahit, servis sepeda motor, desain grafis, dan pengelasan
‘’Untuk fasilitas uang tentunya sedikit berkurang, tapi seragam masih dapat,’’ imbuhnya.
Menurut dia, terpenting semua fasilitas masih sama. Selain itu, peserta didaftarkan BPJS ketenagakerjaan untuk jaminan keselamatan saat pelatihan. Nantinya, peserta pelatihan juga menerima dua sertifikat dari Dinperinnaker Blora dan lembaga sertifikasi nasional.
Setelah lulus, lanjut dia, peserta akan diikutkan uji kompetensi dan diuji oleh pusat. Harapannya seluruh peserta berkompeten dan bisa segera mendapatkan pekerjaan karena menerima sertifikat nasional.
‘’Sampai saat ini peminat pelatihan di BLK masih tinggi dari berbagai kalangan,’’ pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana