Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Longsor di Bibir Hulu Sungai Lusi Meluas, Warga di Kecamatan Jepon Blora Makin Was-was

Achmad Syaeroyzi • Senin, 19 Januari 2026 | 20:13 WIB
BUTUH PENANGANAN CEPAT: Warga Dukuh lukbang, Desa Puledagel, Kecamatan Jepon menunjukkan titik longsor yang makin parah ketika diguyur hujan deras.
BUTUH PENANGANAN CEPAT: Warga Dukuh lukbang, Desa Puledagel, Kecamatan Jepon menunjukkan titik longsor yang makin parah ketika diguyur hujan deras.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kondisi bibir hulu Sungai Lusi di Dukuh Lukbang, Desa Puledagel, Kecamatan Jepon makin parah.

Pantauan wartawan koran ini di lapangan, titik tanah ambles makin melebar.
Salah satu warga RT 04/RW 02 yang rumahnya terdampak tak kuasa menahan air mata, lantaran tanah terus bergerak saat hujan yang membuat jarak dapur dengan tanah longsor hanya sekitar lima meter.

Sebelumnya, tanah longsor sepanjang 50 meter, lebar 20 meter, dan kedalaman 15 meter itu sempat mendapatkan penanganan sementara dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Senin (5/1). Namun hal itu tidak bertahan lama dan kini kian parah.

Yasir Mahmud, salah satu warga setempat merasa sangat was-was dan kerap kali menangis ketika hujan.

"Sudah ada empat rumah terdampak, yang tiga saudara saya dan mertua saya, satunya rumah saya sendiri," ucap Yasir sambil mengernyitkan dahi.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran kepada warga yang rumahnya di dekat titik longsor, yang sebagian memilih untuk mencari tempat yang aman.

Yasir mengaku warga di tiga rumah memilih pindah karena longsor semakin parah. Kini, diakuinya,  hanya tersisa dirinya yang bertahan.

"Kalau segera ditangani gak ada rencana pindah, saya harap cepat-cepat dari Pemerintah Provinsi, daerah, dan dinas terkait biar cepat segera di angani, biar gak sampai di Masjid," ucapnya dengan penuh pengharapan.

Yasir bertahan di rumahnya yang terancam longsor  karena tidak punya pilihan lain. Ia mengakui siap pindah jika memang dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat memfasilitasi tanah. "Saat ini dapur saya hanya berjarak lima meter dari longsoran," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Puledagel, Bayani mengatakan, pihaknya sudah berusaha menanggulangi bencana tersebut.

"Kita sudah tanam kembali bambu-bambu, kita pancangkan, tetapi jatuh lagi. Kemudian sebelumnya kita membuat proposal ke Dinas PU dan direspon dari PU langsung dari BBWS," ujarnya.

Bayani mengakui, Pemerintah Provinsi sudah pernah melakukan pengukuran dan penanganan darurat.

"Penanganan pakai gelugu (batang pohon, red). Nah itu bertahan lama kini  longsor tambah parah, kemudian bersama-sama masyarakat, Pemerintah Desa, pihak BPD, dan Forpimda melakukan kerja bakti mendatangkan dua alat berat," ujarnya.

''Nanti dikasih seperti bronjong, kemudian nunggu dulu kondisi cuaca reda," sambungnya.

Disinggung terkait terdapat warga terdampak yang bersedia pindah jika ada lahan yang disediakan.

Ia memastikan, Pemdes siap memfasilitasi jika ada yang ingin pindah. "Memang sudah ada yang pindah dan itu pindah karena sudah ada tanahnya, dan kita juga sudah mengajukan ke Baznas untuk satu rumah, untuk bedah rumah kemungkinan Februari (bulan depan, red) karena Januari pengajuan," pungkasnya. (ozi/ind)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#longsor #warga #bronjong #sungai lusi #jepon #BBWS Pamali Juana #waswas #penanganan #blora