RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Proses penyelidikan dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tiga SMP di Kabupaten Blora masih tertunda.
Sebab, kasus yang diselidiki kepolisian setempat itu masih menunggu hasil lab yang telah dikeluarkan oleh Balai Labolatorium Kesehatan (BLK) Semarang, guna menguatkan penyelidikan.
Polres Blora dan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora terkesan saling tunggu. Pihak kepolisian belum melanjutkan proses karena belum dikirimi hasil laboratorium.
Sedangkan, Dinkesda Blora tidak bisa memberikan hasil lab, karena belum ada surat resmi permintaan dari kepolisian.
‘’Hasil lab belum diberikan ke kami, jadi kita belum melanjutkan penyelidikan,’’ ujar Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin.
Dia mengatakan, Polres Blora sebagai bagian dari Satuan Tugas program MBG, bertugas menyelidiki terkait dugaan pidana pada insiden tersebut.
‘’Kami bertugas untuk menelusuri dugaan keracunan itu. Apakah ada unsur-unsur pidana di dalamnya. Jadi hasil lab sebagai penguat penyelidikan,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinkesda Blora, Nur Betsia Bertawati membenarkan bahwa hasil lab dari dugaan keracunan belum dikirimkan ke Polres Blora.
Pasalnya belum ada permintaan atau surat resmi yang dikirimkan ke Dinkesda. ‘’Hasil laboratorium adalah rekam medik. Ada regulasi kode etik kedokteran yang harus dijaga kerahasiaannya. Tidak asal memberikan hasil laborat itu,’’ katanya.
‘’Kami bisa memberikan hasil laboratorium untuk penyelidikan dugaan kasus keracunan kalau ada surat resmi dari Polres,’’ tambah Nur.
Sebelumnya diberitakan, hasil labolatorium atas dugaan keracunan pada tiga SMP di Blora dari BLK Semarang sudah keluar.
Hasil itu mengungkapkan bahwa banyak bakteri E-coli yang terkandung dalam menu MBG yang di sajikan pada Selasa (25/11).
Hasil laboratorium itu, memeriksa seluruh sampel yang dikirimkan oleh Dinkesda Blora, baik dari menu makanan, muntahan siswa, alat masak, hingga air yang ada di tandon SPPG Karangjati 1.
Hasilnya, seluruh sampel mengandung bakteri E-coli, termasuk air tandon dan alat masak. (hul/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko