RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejumlah desa di Kabupaten Blora gigit jari. Sebab, hingga kini sejumlah desa belum bisa mencairkan dana desa (DD) tahap dua karena ada gangguan sistem. Seperti diketahui, pencairan DD tahun ini hanya dua kali, yang berbeda seperti tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora, Yayuk Windrati mengakui, beberapa faktor mempengaruhi belum cairnya DD tahap dua, salah satunya akibat gangguan sistem.
‘’Untuk DD tahap dua sekarang baru proses pencairan, ada gangguan pada earmark (pengalokasian dana untuk program tertentu, red),” ucapnya.
Menurutnya, ada penolakan dari sistem. Hal ini bukan karena tidak tersampaikan, tapi informasi itu baru diterima setelah menginput di sistem. Saat ini pihaknya tengah berusaha untuk penanganan sistem earmark.
‘’Saat ini ada 30 desa yang proses pengajuan ulang,’’ tambahnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, dari seluruh desa yang ada di Blora, terdapat 158 desa yang sudah melakukan pencairan DD tahap dua. ‘’Sebanyak 158 desa itu tersebar hampir merata di seluruh kecamatan yang ada,’’ ujarnya.
Yayuk mengatakan, jika pencairan tidak harus bersama-sama satu kecamatan, dimana desa yang sudah pengajuan dan memenuhi syarat bisa lebih dahulu mencairkan.
‘’Sekarang sudah masuk musim hujan, semoga bisa segera cair semua kayak musimnya, agar tidak ada kendala dilapangan,’’ ujarnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana