Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

PG GMM Mandek, Puluhan Petani Tebu Curhat ke DPRD Blora

Rahul Oscarra Duta • Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:45 WIB
SAMPAIKAN KELUHAN: Petani tebu menyampaikan keluh kesah kepada anggota DPRD Blora.
SAMPAIKAN KELUHAN: Petani tebu menyampaikan keluh kesah kepada anggota DPRD Blora.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Puluhan pengurus dan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora menggelar audiensi dengan Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) dan Perum Bulog.

Para petani tebu melayangkan protes dan keresahan atas terhentinya proses giling di Pabrik GMM sejak awal Oktober 2025, akibat kerusakan mesin penggiling utama.

Kondisi tersebut terjadi di tengah musim panen, sementara curah hujan tinggi di wilayah Blora menyebabkan tebu di lahan mulai rusak dan menurunkan kualitas rendemen.

Ketua APTRI Blora, Sunoto menjelaskan,  situasi ini menimbulkan kerugian besar bagi petani yang sudah menunggu hasil panen.

“Sekarang waktunya panen, tapi pabrik berhenti giling. Hujan membuat tebu roboh dan kadar gulanya turun. Kami minta ada solusi cepat, jangan sampai petani rugi terus,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen GMM, Sri Emilia Mudiyanti menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan perbaikan intensif pada mesin utama dan menargetkan proses giling dapat segera dimulai kembali.

“Kami memahami keresahan petani. Perbaikan sedang kami percepat, dan kami berkomitmen agar pabrik bisa kembali beroperasi secepat mungkin,” kata Arif.

Sedangkan, Ketua DPRD Kabupaten Blora Mustopa menyampaikan, pihaknya telah melayangkan surat resmi ke Perum Bulog untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut. Namun ternyata, manajemen Bulog telah lebih dulu menurunkan personelnya ke Blora untuk meninjau langsung situasi di lapangan.

Meski begitu, karena belum ada titik temu antara petani, pihak pabrik, dan Bulog, DPRD Blora berencana melanjutkan koordinasi ke tingkat pusat di Jakarta dalam waktu dekat untuk mencari solusi yang lebih menyeluruh.

“Kami akan ke Jakarta untuk bertemu dengan manajemen pusat Bulog dan pihak terkait lainnya agar persoalan ini segera terselesaikan,” jelas Mustopa. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Bulog #audiensi #Mustopa #DPRD Blora #petani tebu #Petani #pabrik gula #tebu #aptri #Gmm #DPRD Kabupaten Blora #blora #pabrik