Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

SPPG di Kabupaten Blora Hanya Miliki Waktu Dua Minggu untuk Berbenah, Dapur Tak Standar Bakal Ditutup

Rahul Oscarra Duta • Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:45 WIB
PANTAU STANDARISASI: Anggota DPR RI Komisi V, Danang Wicaksana Sulistya saat mengunjungi dapur SPPG Ngawen 1, Rabu (15/10).
PANTAU STANDARISASI: Anggota DPR RI Komisi V, Danang Wicaksana Sulistya saat mengunjungi dapur SPPG Ngawen 1, Rabu (15/10).

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Blora terus dituntut. Mereka hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk perbaikan. Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) menegaskan seluruh dapur wajib memenuhi standar kelayakan, yang bakal menutup dapur MBG tak sesuai standar pada awal bulan depan.

Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini mengatakan, saat ini di Kabupaten Blora terdapat 55 dapur SPPG. Dia mendorong agar seluruh dapur dapat segera memiliki sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS) sebagai syarat utama dapur layak beroperasi.

‘’Kami minta kepada ahli gizi untuk memperhatikan menu yang disajikan, menyampaikan kepada kepala SPPG-nya untuk memenuhi persyaratan SLHS,” jelasnya.

Dia menegaskan, pihaknya tak segan akan menutup dapur tersebut jika tak segera memenuhi standar. ‘’Sesuai arahan BGN, kalau sampai Tanggal 1 November gak ada perkembangan, saya akan tutup dan laporkan ke BGN,” terang perempuan yang juga menjabat Wakil Bupati Blora itu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Pemkab Blora siap memberikan pendampingan, agar seluruhnya dapat memenuhi standar sebelum batas waktu. Dia juga meminta agar seluruh dapur memiliki tester makanan.

‘’Karena banyaknya aduan yang masuk ke kami selaku Satgas, makanya kami sampaikan ke seluruh ahli gizi untuk menyatukan visi dan persepsi tentang makanan yang bergizi untuk anak itu yang apa, untuk anak-anak sekolah seperti apa, jadi tidak sembarangan menyajikan,” paparnya.

Selain itu, Wabup Sri Setyorini juga meminta agar setiap wilayah segera melakukan pemetaan, terkait pelaksanaan program MBG. Langkah ini dinilai penting untuk mengetahui sebaran dan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga keberadaan dapur SPPG dapat berfungsi secara efektif, merata, dan tepat sasaran.

‘’Akan kami adakan mapping (pemetaan) ulang adanya SPPG yang sudah beroperasi dan penerima manfaatnya, kalau ada yang overload kita geser, kita mapping ulang,’’ ujarnya. ‘’Setelah mendapat masukan dari camat, kami beri waktu satu minggu, kita mapping lagi, kita geser-geser,” tambahnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#SLHS #MANU #BGN #Makan Bergizi Gratis #SPPG #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #dapur #sri setyorini #Sekolah #Pemkab Blora #Mbg #blora #anak-anak #program mbg