RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Polemik bendera One Piece menuju HUT ke-80 RI ini menjadi perbincangan hangat di seluruh negeri. Di Blora sendiri, masyarakat juga acap kali membicarakan hal itu. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Blora pun angkat bicara.
Kepala Bakesbangpol Blora Sujiyanto mengatakan, pihaknya telah mengkoordinasikan dengan pemerintah setempat terkait fenomena tersebut. ’’Sudah kami koordinasikan, karena jadi buah bibir di nasional. Di Blora belum ada ya. Kalau bisa jangan. Tapi, kami imbau untuk tidak perlu dibesar-besarkan masalah ini,” ujarnya.
Menurutnya, tak perlu dengan cara reaktif menangani hal itu. Terlebih, sesuai yang dicontohkan Almarhum Gus Dur terhadap cara menangani adanya polemik bendera bintang kejora di Papua tempo lalu.
’’Ya, tidak perlu ada tindakan represif. Cukup diedukasi saja lah. Toh, kata Gus Dur yang penting tidak lebih tinggi dari (bendera) merah putih,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Walau begitu, ia menyampaikan ke masyarakat Blora agar tetap menjaga kondusivitas wilayah dan tak perlu membesarkan polemik bendera salah satu anime legendaris asal Jepang itu. ’’Tidak perlu ramai-ramai. Yang penting bendera merah putih dikibarkan. Jaga kondusivitas saja lah. Kalau ada yang pasang kami edukasi terkait nasionalisme. Intinya, tidak perlu ada reaksi berlebihan,” ujarnya. (hul/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko