RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Minimnya pasokan cabai di pasaran menjadi salah satu penyumbang inflasi di Blora. Mengatasi itu, Pemkab Blora gencarkan penanaman cabai.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, menyampaikan bahwa faktor kurangnya pasokan bahan baku cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Blora. Oleh karena itu, gerakan tanam cabai ini menjadi langkah konkrit untuk menjawab tantangan tersebut.
“Dalam sebuah diskusi, bahkan disebutkan bahwa ketika Bupati hadir, nilainya bisa mencapai sembilan. Ini menjadi motivasi besar bagi kami,” ujarnya.
Gerakan tanam cabai melibatkan berbagai pihak, termasuk peran aktif Ketua TP PKK Kabupaten Blora dalam mendorong gerakan serupa hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
“Kami juga terus dorong pemanfaatan teknologi dan inovasi budidaya melalui program Sekolah Lapang, baik untuk komoditas cabai maupun padi, agar SDM petani kita semakin meningkat,” terang Ngaliman.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Blora Rukhedi membenarkan bahwa cabai merah merupakan salah satu komponen dengan pengaruh besar terhadap inflasi.
“Peningkatan produksi lokal sangat diperlukan untuk menstabilkan harga,” tambahnya.
Gerakan tanam cabai menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Khususnya dari komoditas hortikultura yang harganya kerap fluktuatif.
Bupati Arief Rohman menyampaikan, banyak sekali upaya dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan juga mengendalikan inflasi di Blora. Pemkab ingin agar angka inflasi tetap terjaga.
“Maka perlu adanya rekomendasi langkah-langkah yang tepat dari dinas terkait,” ungkap Bupati Arief.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi Blora. Termasuk pengawalan distribusi komoditas pangan oleh aparat keamanan, serta peran aktif Dinas Pertanian dalam memberikan rekomendasi waktu tanam yang tepat agar harga cabai tetap menguntungkan bagi petani.
“Kalau harganya bagus, para petani pasti akan semangat menanam cabai. Maka dari itu, perlu ada pemetaan waktu tanam yang strategis dari dinas,” tuturnya. (luk/zim)
Editor : M. Nurkhozim