RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tahun ini Pemkab Blora anggarkan Rp 7,3 miliar untuk pasang 536 penerangan jalan umum (PJU). Sebanyak 261 di antaranya merupakan PJU dengan tenaga surya. Ruas jalan dengan kepadatan kendaraan jadi prioritas penempatan.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Perlengkapan Jalan (SPPJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Peny Astuti mengungkap, program penambahan PJU tahun ini cukup besar. Pemkab berencana memasang PJU di 536 titik, tersebar di 16 kecamatan.
’’Kami anggarkan Rp 7,30 miliar tahun ini untuk tambahan PJU di 536 titik,” katanya. Peny mengungkapkan, dari banyaknya penambahan PJU tersebut, terdapat 261 unit menggunakan tenaga surya.
Sedangkan, 275 titik lainnya masih menggunakan sistem konvensional. Seluruh lampu menggunakan teknologi LED. Menurutnya, lebih mengurangi beban konsumsi listrik. ’’Juga mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi dan infrastruktur,” tambahnya.
Ia mengatakan, penambahan PJU tahun ini dilakukan secara bertahap. Pihaknya mencatat, pemasangan telah mencapai 90 persen. Prioritas utama adalah daerah dengan lalu lintas padat serta kawasan permukiman yang belum memiliki penerangan
Dari data yang dimilikinya, hingga Juni 2025 jumlah PJU di Kabupaten Blora mencapai 8.316 titik. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya yang sejumlah 7.780 titik.
Menurutnya, pemasangan PJU tidak hanya meningkatkan rasa aman masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas, khususnya pada malam hari.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan layanan pengaduan masyarakat terkait PJU yang tidak berfungsi melalui call center khusus. ’’Program ini merupakan bagian dari upaya pemerataan akses penerangan jalan secara bertahap dan berkelanjutan di seluruh wilayah kabupaten,” tutupnya. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko