RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kebakaran menjadi momok tersendiri bagi warga Blora. Terlebih, bagi warga yang terletak jauh dari kota. Sebab, pos pemadam kebakaran (damkar) masih minim. Sejauh ini Blora hanya miliki 4 pos damkar. Yaitu di Cepu, Ngawen, Randublatung dan Blora Kota. Minimnya pos tersebut jadi kendala utama bagi para tim damkar.
Kasi Penanggulagan Kebakaran Damkar Satpol PP Blora Mimintari Sulistiyorini mengatakan, pihaknya kekurangan pos dan fasilitas untuk memadamkan kebakaran.
‘’Pos di Blora saja hanya 3. Itu jaraknya jauh-jauh. Kendala utama kami kalau gak bisa maksimal ya karena itu,’’ ujarnya.
Menurutnya, dari sisi SDM sudah cukup untuk mengisi pos-pos di tiap kecamatan. Namun, belum ada fasilitasnya.
‘’Sudah cukup personilnya. Satu pos cukup 4 orang. Personil kami sudah bisa mengisi harusnya,’’ ujarnya.
Ia juga mengatakan, mendirikan pos memang perlu anggaran yang besar. Yaitu sekitar Rp 1.5 miliar.
‘’Rinciannya satu pos itu ada satu mobil pemadam. Satu mobil pemadam saja itu harganya Rp 1,5 miliar. Lalu, ada satu tangki dan empat personil per posnya. Belum juga lainnya,’’ terangnya.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran yang Hanguskan Rumah Makan di Jalur Babat-Bojonegoro, Kerugian Capai Rp 100 Juta
Menurut Mimin, pihaknya sangat membutuhkan pos-pos tersebut. Sebab, selama ini jarak menjadi kendala saat hendak memadamkan kebakaran.
‘’Sangat butuh. Contoh kemarin di Todanan itu. Kami telat beberapa menit, karena kami pakai pos Ngawen. Itu yang paling dekat. Ngawen ke Todanan itu kan jaraknya 30 menit-an,’’ ujarnya.
Ia mengakui pihaknya pernah mengusulkan untuk anggaran tersebut. Namun, belum terealisasi.
‘’Anggaran kami saja sekarang cuman Rp 400 juta. Semoga saja usulan tersebut bisa terealisasi untuk masyarakat,’’ jelasnya. (hul/zim)
Editor : M. Nurkhozim