Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Warga Desa Ngampel Blora Mampu Menyulap Sampah Jadi Emas

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 13 Juni 2025 | 03:02 WIB
BANK SAMPAH: Lokasi bank sampah di Desa Ngampel, Kecamatan Blora Kota berdiri sejak 2022.
BANK SAMPAH: Lokasi bank sampah di Desa Ngampel, Kecamatan Blora Kota berdiri sejak 2022.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Inovasi keren dilakukan Desa Ngampel, Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora. Pasalnya, dari semangat mengelola sampah, kini mereka bisa memiliki tabungan emas.

Tak tanggung-tanggung, akumulasi emas yang dimiliki warga Desa Ngampel itu kini sudah 25 gram. Atau bila dinominalkan nyaris tembus Rp 50 juta. Kepala Desa (Kades) Ngampel Mohamad Astiadi Maryanto menyebut, semua itu bermula sejak 2022.

Berbekal ide dan keinginan kuat warga yang mulai menampung sampah-sampah. Tak lagi dibuang sembarangan. "Kami punya bank sampah, nah kami ada program menampung sampah jadi emas," jelasnya.

Program itu melibatkan Pegadaian, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa (Posyantekdes). Bumdes dan Posyantekdes berfungsi untuk pengumpulan dan pengolahan sampah.

Yang nantinya baru dikerjasamakan dengan Pegadaian. Pegadaian akan mengonversi nilai nominal yang didapat warga menjadi bentuk emas. "Pegadaian berperan untuk investasi dengan perjanjian berupa emas," tuturnya.

Mohamad Astiadi Maryanto menyebut, ada dua klasifikasi sampah yang dikumpulkan. Pertama, untuk sampah organik. Kedua, anorganik. "Sampah anorganik ini yang memiliki nilai jual. Dan, dikonversikan jadi emas. Yang organik diolah jadi pupuk," tambahnya.

Sampah anorganik itu seperti kemasan air mineral, kertas, kardus, besi, plastik dan alumunium. Sementara, yang organik seperti kotoran ternak, hingga sampah rumah tangga. Sistemnya, warga mengumpulkan sampah-sampah yang ada di rumah masing-masing.

Kemudian dipilah-pilah untuk dikelompokkan. Setelah itu, warga bisa mengantar ke bank sampah atau diambil dari pengelola bank sampah. "Kalau jangkauan terlalu jauh, biasanya minta diambil. Jadi pengelola akan datang. Kemudian menimbang," jelasnya.

Menurutnya pengambilan akan dilakukan pada akhir bulan. Namun, bila sampah kadung banyak, bisa lebih awal. "Oleh pengurus itu semua dicatat. Tiap orang akan tahu berapa besarannya. Karena di-share di grup WhatsApp," imbuhnya.

SAMPAH: Bank sampah di Desa Ngampel, Kecamatan Blora Kota menerima dua jenis sampah. Yakni, sampah organik dan anorganik.
SAMPAH: Bank sampah di Desa Ngampel, Kecamatan Blora Kota menerima dua jenis sampah. Yakni, sampah organik dan anorganik.

Skema tersebut menurutnya menguntungkan warga. Pertama, tidak harus melewati pengepul yang acapkali merugikan warga dengan mengakali timbangan dan harga. "Jadi diberi kebebasan. Dari sampah bisa langsung diambil uang. Atau pilih yang ikut program sampah jadi emas," jelasnya.

Baca Juga: Tujuh Anak Sungai di Cepu Alami Pendangkalan: Sedimentasi Tinggi dan Tumpukan Sampah Jadi Penyebab Banjir

Dalam skema sampah jadi emas, warga akan melakukan perjanjian. Sebab sampah yang ditabung jadi emas memiliki beberapa ketentuan. Seperti tak boleh diambil sebelum di atas dua gram.

Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat luar biasa bagi warga. Seperti kondisi lingkungan yang makin bersih. Sebab, warga tak lagi sembarangan membuang sampah. Sungai pun bersih.

Selain itu investasi dalam bentuk emas, membuat warga tak kena inflasi. Sebab, nilainya terus naik. Dari sejak awal MoU dengan Pegadaian pada 2022 yang nilainya hanya Rp 900 ribu per gram, kini menjadi nyaris Rp 2 juta per gram.

"Artinya investasi jangka panjang bagus. Gak menurun. Kalau barang lain seperti sepeda, motor, pasti inflasi. Nilainya berkurang," bebernya. Sementara, untuk sampah lain di luar kategori organik dan anorganik, misalnya seperti pembalut, warga tetap tak diperkenankan membuang langsung ke sungai atau tempat lain. Melainkan ditaruh pada kontainer.

"Kami beri solusi juga untuk sampah seperti itu agar tak dibuang sembarangan. Kami kasih kontainer. Warga bisa buang di situ. Nanti setiap bulan akan diambil DLH," terangnya. (hul/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#pegadaian #whatsapp #inovasi #Sampah #bumdes #ngampel #sampah organik #Posyantekdes #pupuk #tabungan emas #sampah anorganik #bank sampah #blora #Emas