Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Angka Harapan Hidup Warga Blora 74 tahun, Perlu Dibarengi Pemberdayaan Lansia

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 12 Juni 2025 | 01:05 WIB
EDUKASI: Dinkes Blora menggelar kegiatan seminar edukasi kesehatan lansia di momen Hari Lansia Nasional.
EDUKASI: Dinkes Blora menggelar kegiatan seminar edukasi kesehatan lansia di momen Hari Lansia Nasional.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Angka harapan hidup di Kabupaten Blora mencapai 74,2 tahun. Kondisi tersebut diklaim jadi indikator kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Namun, tingkat harapan hidup yang tinggi perlu dibarengi dengan pemberdayaan dan kesehatan para lansia.

Sebab, beberapa kasus bunuh diri yang terjadi di daerah rerata korban telah berusia lanjut. Karena hidup sebatangkara, dan penyakit yang tidak kunjung sembuh yang mengakibatkan depresi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Edi Widayat mengatakan, jumlah lansia terus mengalami peningkatan. Merujuk gambaran lansia di Indonesia pada 2024 menjadi 12 persen dari data proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) Blora. Di Kabupaten Blora sendiri, angka harapan hidup saat ini sudah mencapai 74,2 tahun.

“Berdasar gambaran tersebut, berarti adanya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya. Edi menjelaskan, usia lansia makin bertambah umur secara alami pasti akan terjadi penurunan fungsi dan metabolisme.

Kemudian, hadirnya penyakit degeneratif dan infeksi serta terjadinya gangguan mental dan kognitif. Melalui program kesehatan lansia akan memberikan peningkatan kualitas hidup lansia.

“Saat ini, posyandu yang tersebar di semua desa bisa dimanfaatkan oleh para lansia untuk periksa kesehatan,” ungkapnya. Ditanya terkait rerata kasus bunuh diri terjadi pada usia lansia, pihaknya menyatakan agar para lansia dan masyarakat proaktif memanfaatkan layanan yang sudah disediakan di posyandu.

“Kalau sebelumnya memang hanya untuk anak balita, tapi setelah 2024 lalu sudah bisa dimanfaatkan untuk lansia,” katanya. Sehingga, perlu dilakukan langkah promotif dan preventif melalui deteksi dini dan pemberdayaan lansia. Salah satunya melalui senam kesegaran jasmani, edukasi kesehatan, dan pendampingan lansia. (luk/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Dinkes Blora #Hari lansia Nasional #bps #angka harapan hidup #blora #Lansia