RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dikabarkan PT Semen Gresik Rembang berhenti beroperasi, sejumlah warga Desa Ngampel, Kecamatan Blora Kota berhenti bekerja. Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Ngampel Mohamad Astiadi Maryanto.
Desa Ngampel, Kecamatan Blora merupakan salah satu desa ring 1 dengan Pabrik Semen Gresik Rembang. Dari desa tersebut ada puluhan warga yang bekerja di pabrik semen. Kepala Desa (Kades) Ngampel Mohamad Astiadi Maryanto menyebut, terkait jumlah pasti warganya yang bekerja di PT Semen Gresik Rembang memang tak terdata.
Namun, jumlahnya puluhan. ‘’Kalau jumlah real kami gak dapat info. Sudah puluhan. Seratus gak ada. Tapi nyaris," paparnya. Ia memang sempat mendengar isu bahwa PT Semen Gresik Rembang berhenti beroperasi. Namun, belum bisa memastikan.
‘’Kalau info penutupan itu baru kemarin. Nah, tadi (hari ini, Senin 2/6) diceritain secara langsung sama pekerjanya," imbuhnya. Beberapa orang yang bekerja di PT Semen Gresik Rembang berada di balai desa mengikuti pelatihan bengkel dan las. Mereka kemudian bercerita kepada kepala Desa Ngampel.
‘’Tadi diceritani, sementara katanya mereka dirumahkan," jelasnya. Menurutnya beberapa orang tersebut sengaja mengikuti pelatihan untuk antisipasi bila benar-benar di PHK. Sekaligus mencari ilmu untuk ketrampilan tambahan.
‘’Mungkin dia antisipasi atau gak lagi jenuh. Bisa jadi antisipasi kalau PHK. Tapi juga bisa sekedar mengisi waktu luang. Akhirnya ikut pelatihan las di desa," imbuhnya. Ia sendiri sampai saat ini belum tahu duduk perkara mengapa PT Semen Gresik Rembang berhenti beroperasi. Sebab belum ada keterangan resmi dari pihak Semen.
‘’Permasalahannya seperti apa gak tau. Semoga kendala tersebut segera cair," paparnya. Menurutnya, selain mereka yang bekerja secara langsung di PT Semen Gresik, beberapa warga di Desa Ngampel ikut terlibat dalam operasional pabrik. Yakni mereka yang memiliki armada angkut.
"Yang merasakan bukan cuma karyawan. Termasuk yang terdampak secara tidak langsung. Seperti yang memiliki armada. Berdampak dengan tidak beroperasi," tambahnya. (hul/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko