RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kabupaten Blora akan mendapatkan alokasi air dari Bendungan Randugunting. Aliran itu direncanakan dapat menyuplai tiga kecamatan yang berdekatan dengan Bendungan tersebut.
Humas PDAM Tirta Amerta Blora Nanang Fahru mengungkapkan, alokasi air 100 liter per detik dapat didistribusikan ke 8.000 KK yang dilintasi. ‘’Sekitar 8.000 KK yang mendapatkan manfaat, dari aliran 100 liter perdetik,’’ ujar Nanang.
Menurutnya, lokasi Bendungan Randugunting yang berada lebih tinggi akan memudahkan penyaluran air di beberapa kecamatan. Bahkan, ia menilai, aliran air dari Bendungan Randugunting dapat mengalir ke enam kecamatan.
"Kalau dari gravitasi, karena ketinggian Randugunting dengan beberapa wilayah yang lain relatif lebih tinggi. Itu sudah cukup untuk air sampai Kecamatan Ngawen, Kunduran, Japah, Banjarejo, Tunjungan, hingga Blora kota," terang Nanang.
"Jika memang butuh tekanan lebih besar brati membutuhkan pompa pendorong saja," imbuh Nanang. Bendungan Randugunting yang memiliki luas genangan 187,19 hektare tersebut juga memiliki sejumlah fungsi lain seperti penyediaan air baku sebanyak 200 liter per detik dan reduksi banjir sebanyak 81,42 meter kubik per detik.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora Mahbub Djunaidi menjelaskan, bahwa saat ini Bendungan Randugunting menyuplai dua kabupaten sekitar, yaitu Kabupaten Pati dan Rembang.
Sehingga, dalam pengelolaan distribusi air dibawah PDAM Provinsi. ‘’Bendungan Randugunting untuk beberapa kabupaten, maka yang mengelola provinsi mas, PDAM Blora nantinya akan membeli dari PDAM provinsi," jelasnya.
Nantinya, Kabupaten Blora mengajukan 100 liter perdetik. Sementara Kabupaten Pati dan Rembang 50 liter perdetik. ‘’Untuk air bersihnya yang sampai Ngawen (Kecamatan Japah, Ngawen dan Tunjungan),’’ sambungnya. (hul/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko